Wali Kota Bogor Mendukung Pemartabatan Bahasa Negara

Upaya pemartabatan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang sejak tahun 2015 lalu gencar dilakukan di Jawa Barat oleh Balai Bahasa Jawa Barat sudah mendapat respons positif dari salah satu pemkot yang ada di Jawa Barat. Wali Kota Bogor, Bima Arya (seperti dilansir dalam Pojokjabar.com, Minggu, 1/5/2016), sudah menetapkan istilah Kawasan Tanpa Kendaraan Bermotor atau disingkat KTKB sebagai pengganti istilah Car Free Day yang selama ini digunakan. Sebelumnya, Bima Arya juga telah menetapkan  istilah Sistem Satu Arah (SSA) yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama One Way.

Sikap Bima Arya ini tentu menjadi angin segar dalam upaya pemartabatan bahasa negara yang terus diupayakan oleh Balai Bahasa Jawa Barat. Pemkot Bogor sejak awal memang menyambut baik dan sekaligus mendukung langkah yang dilakukan Balai Bahasa Jawa Barat yang ingin menempatkan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang bermartabat di negerinya sendiri.

Saat membuka kegiatan Sosialisasi Hasil Lokakarya Pemartabatan Bahasa Negara di Hotel Salak Bogor tahun lalu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade sarip Hidayat, sempat mengatakan bahwa Kota Bogor sudah melakukan upaya pemartabatan bahasa Indonesia dengan cara  melakukan perubahan, merevisi dan mengevaluasi beberapa nama tempat yang menggunakan nama asing. “Kedepan, yang berkaitan dengan bahasa pun harus menjadi persyaratan terhadap perizinan di Kota Bogor,”  paparnya. Sementara itu, Bima Arya ketika itu mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan Balai Bahasa Jawa Barat karena bahasa adalah identitas yang menggambarkan filosofi karakter bahasa Indonesia.

Sejak awal 2015 Balai Bahasa Jawa Barat terus mengadakan kegiatan dalam upaya pemartabatan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Setelah di awal tahun 2015 mengadakan pemantauan penggunaan bahasa di ruang publik yang ada di 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat, selanjutnya pertengahan tahun 2015 Balai Bahasa Jawa Barat langsung mengadakan Lokakarya Penggunaan Bahasa di Ruang Publik dengan tema “Revolusi Mental dengan Memartabatkan Bahasa Indonesia”.

Di tahun yang sama, hasil lokakarya tersebut langsung disosialisasikan kepada masyarakat di Jawa Barat yang diikuti juga dengan kegiatan Lomba Pemertabatan Bahasa Negara. Dua kegiatan itu pun hingga kini masih terus dilakukan. Kita berharap sikap Bima Arya diikuti oleh Bupati dan Waikota lain di Jawa Barat sehingga bahasa Indonesia  menjadi bahasa yang bermartabat di negerinya sendiri.