REVITALISASI BAHASA DAN SASTRA DI INDRAMAYU

Setelah melakukan perekaman bahasa dan ekspresi sastra di Kabupaten Bandung, Tim dari Balai Bahasa Jawa Barat kembali mengadakan kegiatan serupa di Kabupaten Indramayu. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 2—5 Juni 2016 tersebut dilakukan di Desa Tambi Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Pada kesempatan kali ini, Tim dari Balai Bahasa Jawa Barat melakukan perekaman terhadap penampilan Kesenian Macapat dari Sanggar Seni Siliwangi Putra dan seni Wayang Golek Cepak dari Sanggar Seni Sekar Harum. Pada kesempatan itu juga, Tim Balai Bahasa Jawa Barat merekam Kosakata Swadesh yang digunakan masyarakat Indramayu.

Penampilan Kesenian Macapat dari Sanggar Seni Siliwangi Putra Kabupaten Indramayu
Penampilan Kesenian Macapat dari Sanggar Seni Siliwangi Putra Kabupaten Indramayu

Lailatul Munawaroh, Ketua Tim Perekaman, mengatakan bahwa kegiatan Perekaman Bahasa dan Ekspresi Sastra yang diadakan di Kabupaten Indramayu dilakukan  sebagai upaya menjaga keberlangsungan budaya bangsa yang ada di Kabupaten Indramayu. “Tujuan Perekaman ini adalah untuk pendokumentasian bahasa daerah dan ekspresi sastra yang hidup dalam sebuah tradisi yang ada di masyarakat Jawa Barat”, kata Lailatul Munawaroh.

Lailatul Munawaroh menambahkan bahwa kegiatan yang sama juga pernah dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta pada bulan Mei lalu. Perekaman dilakukan di  Jalan Pasirangin, Kampung Pasirangin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. “Di Purwakarta, Tim Balai Bahasa Jabar melakukan perekaman bahasa daerah yang digunakan masyarakat Purwakarta dan Seni Domyak.” kata Lailatul Munawaroh.