Carita si Dirun


Carita Si Dirun 2009Carita si Dirun
‘Kisah Si Dirun’ merupakan cerita anak-anak karya Samsudi yang diterbitkan di Bandung oleh PT Kiblat Buku Utama (seri Girimukti) cetakan kedua pada tahun 2002 dan tebal 64 halaman.

Carita Si Dirun menceritakan seorang anak nakal yang sudah tidak mempunyai ibu. Ketika ibunya masih ada, Si Dirun diceritakan sangatlah nakal misalnya berangkat dari rumah tetapi tidak sampai ke sekolahan, suka berbohong, main judi, dan berkelahi. Gurunya sering menasihati Si Dirun karena sering sekali berkelahi dengan teman-temannya.

Suatu hari, Si Dirun pergi mencari burung ke hutan sampai lupa waktu. Di rumah, ibunya sudah mencari ke sana ke mari dan meninggalkan tungku yang masih menyala. Hal tersebut mengakibatkan rumahnya terbakar. Ibu Dirun sangat terkejut mengtahui rumahnya terbakar. Ia teringat tabungannya yang berada di dalam rumah dan berusaha menyelamatkannya yang mengakibatkan Ibu Dirun meninggal dunia.

Setelah ibunya meninggal, Si Dirun tinggal dengan kakak ibunya yang sangat pelit. Si Dirun hanya disuruh bekerja tanpa diberi makan. Suatu hari ketika sedang menggembala kerbau, Si Dirun tertidur dan bermimpi. Sementara itu, terjadi hujan yang sangat lebat dan menyebabkan banjir di lingkungan sekitar Si Dirun tertidur. Ketika terbangun Si Dirun sangat terkejut dan berusaha untuk menyelamatkan diri, tetapi karena arus yang sangat deras akhirya Si Dirun terhanyut sampai ia jatuh pingsan. Ketika tersadar dari pingsannya ternyata Si Dirun berada di tengah laut. Kemudian setelah ada orang yang menolongnya, Si Dirun insyaf dan tidak menjadi anak yang nakal.

Carita Si Dirun merupakan bacaan klasik yang dibuat pada masa sebelum perang. Sudah tentu bentuk cerita, bahasa, dan tema cerita sesuai dengan keadaan waktu itu, misalnya mata uang yang digunakan bukanlah rupiah tetapi ketip. Dalam buku ini, kita akan menemukan kata-kata yang belum tentu dimengerti oleh anak-anak jaman sekarang.

Ringkasan cerita Carita Si Dirun pernah dimuat dalam Taman Pamekar. Taman Pamekar merupakan buku bacaan di sekolah yang sekarang sudah tidak dipergunakan lagi.  Dalam Taman Pamekar, Carita Si Dirun  tidak diceritakan secara lengakap. Taman Pamekar hanya menceritakan Si Dirun mulai tinggal dengan kakak ibunya sampai ada yang menolong ketika tesedang terapung di tengah laut.