Forum Diskusi Terpumpun (FGD) Bersama Organisasi Profesi

Balai Bahasa Jawa Barat menggelar Forum Diskusi Terpumpun (FGD) bersama organisasi profesi yang terdiri atas wartawan, dosen, peneliti, guru, mahasiswa, penulis, dan pemerhati bahasa. FGD yang dilaksanakan di Hotel Harris, Jalan Ciumbuleuit Bandung, 5 & 8 Agustus ini diikuti oleh sekitar 80 orang peserta. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Balai Bahasa Jawa Barat dalam rangka menjalin hubungan baik dan bertukar pikiran untuk ikut berkontribusi dalam penyelesaian masalah kebahasaan.

Abdul Khak, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, dalam sambutannya mengatakan bahwa disadari atau tidak, perencanaan bahasa Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1928 dengan pernyataan “Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia”. Namun, hingga kini kaidah bahasa Indonesia masih saja belum mapan karena masih saja terjadi perdebatan. “Kita tidak dapat mengatakan kaidah bahasa Indonesia secara hitam-putih karena bahasa Indonesia terus berkembang. Masih ada wilayah bahasa Indonesia yang masih ‘abu-abu’ yang masih dapat diperjelas,” katanya.

Bambang Kaswanti Purwo, Narasumber dalam kegiatan Forum Diskusi terpumpun bersama Organisasi Profesi
Bambang Kaswanti Purwo, narasumber dalam kegiatan Forum Diskusi Terpumpun bersama Organisasi Profesi di Bandung

Dalam FGD hari pertama ditampilkan dua orang narasumber, yaitu Dadang Sunendar (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) dan Bambang Kaswanti Purwo (Guru Besar Linguistik Unika Atmajaya Jakarta). Dadang Sunendar dalam sambutannya mengatakan bahwa forum diskusi terpumpun bersama organisasi profesi ini merupakan gagasan yang bagus karena di forum ini adalah kesempatan untuk berdiskusi secara panjang lebar beberapa topik kebahasaan yang sedang berkembang saat ini.

Sementara itu, Lailatul Munawaroh, selaku Ketua Panitia, mengatakan bahwa FGD di hari kedua, peserta yang diundang adalah khusus para jurnalis, baik media cetak maupun media elektronik. “Narasumber yang ditampilkan di hari kedua adalah Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Ketua FBMM Pusat, Tedi K. Somantri, dan Pimred Harian Tribun Jabar, Cecep Burdansyah”, katanya.