web analytics

Doddi Ahmad Fauji

Doddi Ahmad Fauji ialah seorang aktivis teater di Bandung. Ia dilahirkan di Bandung, pada tanggal 4 September 1970. Dodi mulai berkesenian pada saat kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Bandung atau UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Di UPI lah, ia merintis kariernya di bidang kesenian, khususnya bidang teater, penulisan puisi, cerpen, rensensi pertunjukan, resensi buku, deklamasi, dan menyutradarai pertunjukkan teater. Ia sering terlibat dalam pembacaan puisi untuk peristiwa kesenian dan unjuk rasa. Dalam rangka berkesenian, ia pernah berkunjung ke Kota Perth dan Freementale Australia pada tahun 1995, ke Yunani (2003), dan Rusia (2004).

Tulisannya berupa puisi, cerpen, dan kritik sastra pertunjukkan teater tersebar di berbagai media massa di Indonesia, seperti Pikiran Rakyat, Pelita, Suara Karya, Bandung Pos, Media Indonesia, Republika, Singgalang, Berita Yudha, Suara Pembaharuan, serta majalah Horison. Namun, semenjak menjadi wartawan di Media Indonesia (1998-2005) ia seolah berhenti mempublikasikan karya tulisnya di media lain.

Puisi-puisinya diikutsertakan dalam Antologi Sastrawan Angkatan 2000 suntingan kritikus sastra Korrie Layun Rampan, dan dalam Antologi Sastra Kota Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta 2003. Tiga buku puisinya pernah diterbitkan oleh Madrasah Budaya pada tahun 1997, yaitu Yth. Nona Yumar, Poeima, dan Bukan Ken Arok. Tahun 2006, ia pun menerbitkan buku kumpulan puisi Aku Cinta Pada-mu, diterbitkan oleh Sekolah Kewajaran Bangsa dan Pustaka Latifah.

Sewaktu menjadi wartawan seni-budaya di Umum Media Indonesia, ia tetap
berkesenian dengan menulis traktat, cerpen, puisi, deklamasi, melukis, dan orasi. Sebagai networker, ia pernah dipercaya menjadi Sekretaris Jendral Konsorsium Wartawan Kebudayaan (The General Secretarist of Cultural Journalist Consortium).  Di akhir tahun 2005, ia mendirikan Sekolah Kewajaran Bangsa di Kota Depok, Jawa Barat. Tahun 2006, ia kembali menjadi wartawan di HU Jurnal Nasional (www.jurnalnasional.com) dan mendirikan majalah Arti (www.arti-online.com) sebagai anak perusahaan PT Media Nusa Pradana (Penerbit koran Jurnal Nasional). Bersama teman-temannya, ia kini mengelola situs untuk kesenian (www.situseni.com) sambil tetap mengajar di Sekolah Kewajaran Bangsa (SKB), sebuah sekolah tanpa kelas dan jam pelajaran yang normatif.

Related posts