Sri Izzati dan Alvian Rivaldhi Jadi Duta Bahasa Jawa Barat 2016

Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, Sri Izzati dan Alvian Rivaldhi terpilih sebagai Duta Bahasa Jawa Barat tahun 2016. Dalam tahap seleksi final yang berlangsung di Hotel Haris Festival Citylink, Jalan Peta Bandung, 24 Agustus 2016, kedua peserta yang berkuliah di UI Jakarta dan UPI Bandung tersebut berhasil meraih juara pertama setelah bersaing dengan 28 peserta lainnya di tahap final. Dengan hasil itu, mereka akan mewakili Jawa Barat dalam pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional pada bulan Oktober, di Jakarta.

Sri Izzati dan Alvian Rivaldhi, Duta Bahasa Jawa Barat 2016, berfoto bersama Kepala Balai Bahasa Jawa Barat.
Sri Izzati dan Alvian Rivaldhi berfoto bersama Kepala Balai Bahasa Jawa Barat seusai dinobatkan sebagai Duta Bahasa Jawa Barat tahun 2016.

Ade Mulyanah, Ketua Panitia, mengatakan bahwa pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat sudah dilaksanakan sejak tahun 2006. Artinya, kegiatan tahun ini merupakan pemilihan duta bahasa yang kesebelas kalinya. Peserta yang mendaftar tahun ini sebanyak 201 orang yang terdiri atas 118 putri dan 83 putra yang berasal dari berbagai instansi dan perguruan tinggi. Bahkan, pemilihan Duta Bahasa tahun ini diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir. “Pemenang duta bahasa ini telah melalui beberapa tahap seleksi, seperti uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI), menulis esai dalam tiga bahasa (Indonesia, daerah, asing), tes wawancara, tes kemampuan bakat dan seni, serta tes bahasa dan presentasi di babak final”, tambah Ade.

Sementara itu, Abdul Khak, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, mengungkapkan bahwa acara pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat yang diselenggarakan Balai Bahasa Jawa Barat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional di Jakarta. Abdul Khak berharap, apapun nanti profesi para Duta Bahasa, mereka harus tetap memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa daerah sebagai jati diri bangsa. “Selain harus mahir berbahasa Indonesia, Duta Bahasa harus menguasai bahasa daerah dan bahasa asing karena itu merupakan identitas bangsa dan alat komunikasi sebagai warga dunia,” kata Abdul Khak.