Ikhsan Mauludin dan Rossy Andini Herindra Putri Menjadi Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2016

Ikhsan Mauludin dan Rossy Andini Herindra Putri akhirnya terpilih menjadi Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat tahun 2016 dalam seleksi tahap final yang berlangsung  di Hotel Haris Festival Citylink, Jalan Peta Bandung, 8 September 2016. Kedua pelajar yang berasal dari SMAN 2 Cimahi dan SMAN 2 Cianjur tersebut berhasil meraih juara pertama setelah bersaing dengan 28 peserta lainnya yang lolos seleksi tahap final.

Nia Kurnia, Ketua Panitia, mengatakan bahwa pemenang duta bahasa pelajar telah melalui beberapa tahap seleksi, seperti uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI), menulis esai dalam tiga bahasa (Indonesia, daerah, asing), tes wawancara, tes kemampuan bakat dan seni, serta tes bahasa dan presentasi di babak final.

“Kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Pelajar tahun ini merupakan ajang pemilihan yang ke-6, sejak diadakan pertama kali pada tahun 2011. Sementara itu, peserta yang mendaftar sebanyak 405 orang yang berasal dari Siswa SMA, SMK, dan MA negeri dan swasta di Jawa Barat,” kata Nia.

Para pemenang Duta Bahasa Pelajar 2016 berfoto bersama Kepala Balai Bahasa Jabar, usai tahap seleksi final di Hotel Haris, Jalan Peta, Bandung
Para pemenang Duta Bahasa Pelajar 2016 berfoto bersama Kepala Balai Bahasa Jabar, seusai pengumuman pemenang di Hotel Haris, Jalan Peta, Bandung.

Nia menambahkan bahwa tujuan pemilihan Duta Bahasa Pelajar tahun 2016 di antaranya adalah untuk mencari tunas muda yang mampu berbahasa Indonesia, berbahasa daerah, dan berbahasa asing secara proporsional. Ajang ini diharapkan dapat membangkitkan minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta meningkatkan kesadaran generasi muda dalam mencintai bahasa Indonesia dengan keragaman bahasa daerah di dalam nya sebagai aset bangsa. “Kegiatan ini juga diadakan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda,” kata Nia.

Sementara itu, Abdul Khak, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, mengatakan bahwa apapun nanti profesi para Duta Bahasa, mereka harus tetap memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa daerah sebagai jati diri bangsa. “Dalam konteks keindonesiaan, para duta bahasa harus menjadi virus-virus kebahasaan yang positif dalam mengutamakan bahasa Indonesia, memelihara bahasa daerah, dan mempelajari bahasa asing,” kata Abdul Khak.