Seratus Cerita “Si Kabayan” sudah Dibukukan

Seratus cerita terbaik dari Lomba Revitalisasi Cerita “Si Kabayan”: Perekaciptaan Dongeng melalui Budaya Literasi sudah dibukukan oleh Balai Bahasa Jawa Barat. Buku yang berjudul “100 Cerita Si Kabayan Masa Kini” tersebut kini sudah dapat dibaca oleh masyarakat dan diharapkan dapat menjadi  bahan bacaan siswa di sekolah.

Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Drs. M. Abdul Khak, M.Hum., dalam pengantarnya mengatakan bahwa “Revitalisasi Cerita Kabayan: Perekaciptaan Dongeng melalui Budaya Literasi” adalah inovasi program literasi sebagai bentuk rasa cinta, peduli, dan tanggung jawab terhadap bahasa Indonesia, budaya daerah, dan budaya literasi. Kegiatan ini juga merupakan upaya membangunkan kembali “tidurnya” tradisi mendongeng dan mengembalikan ketertarikan masyarakat akan tradisi mendongeng.

Buku "100 Cerita Si Kabayan masa Kini"
Buku “100 Cerita Si Kabayan Masa Kini”.

Lebih lanjut Abdul Khak mengungkapkan bahwa Revitalisasi Cerita Kabayan sangat penting dilakukan mengingat munculnya kekhawatiran bahwa suatu saat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang Si Kabayan akan terputus dan generasi muda tidak tahu persis secara utuh sosok Si Kabayan. “Harapan kami, berbagai cerita yang ada dalam buku ini mudah-mudahan dapat memperkaya khazanah bahan bacaan di sekolah sehingga dapat meningkatkan budaya literasi generasi muda”, kata Abdul Khak.