Jurig Pasea jeung Nyi Karsih

Jurig Nyi KarsihJurig Pasea jeung Nyi Karsih ‘Hantu Bertengkar dengan Nyi Karsih’ merupakan buku kumpulan cerita pendek karya Tini Kartini yang diterbitkan di Bandung oleh PT Kiblat Buku Utama (seri Girimukti) cetakan pertama pada tahun 2003 dan tebal 148 halaman. Kumpulan cerita ini pada awalnya merupakan judul buku yang terpisah, yaitu Jurig! yang diterbitkan pada tahun 1963, Pasea terbit pada tahun 1965, dan Nyi Karsih yang terbit pada tahun 1976. Kemudian dikumpulkan dalam satu buku dengan judul yang sangat tepat yaitu. Jurig Pasea jeung Nyi Karsih.

            Dalam kumpulan ini terdapat enam belas judul cerita pendek. Sembilan judul di antaranya melukiskan atau menceritakan kehidupan perempuan. Bahkan dalam cerpen “Japilus” yang menceritakan tentang lelaki penjual japilus, tetapi yang bercerita adalah Si Eneng yang berarti mempunyai point of view perempuan. Secara kebetulan, baik cerpen “Jurig!”, “Pasea”, dan “ Nyi Karsih” , yang dijadikan judul–judul buku sebelumnya, semuanya bercerita tentang kehidupan wanita. Selain itu, ada kemiripan dalam carpon “Nyi Karsih” dan “Lanjang Baheula”, tentang tema yang diceritakan dan latar belakang sejarahnya. Keduanya menggambarkan pengalaman perempuan yang hidup dalam lingkungan Juragan Dalem atau Bupati yang selalu dikelilingi oleh perempuan.

            Perempuan yang menjadi tokoh-tokoh dalm buku ini, kebanyakan mengalami hal yang tidak membahagiakan. Misalnya dalam cerpen “Jurig!”, Nyi Iyot yang dikhianati oleh suami akhirnya seperti orang gila. Begitu juga dalam cerpen “Ondangan”, si “kuring” merasa berdosa karena mempunyai suami yang merupakan mantan kekasih sahabatnya. Selain itu, dalam cerpen “Sial” si “kuring” mendapat malu ketika sanggul yang dipakainya terjatuh di depan orang banyak, seperti si “kuring” dalam cerpen “Di Lembur” yang ketahuan tidak bisa membaca Al-Quran oleh ibu-ibu di kampungnya. Dalam cerpen “Pasea”, Mari merasa tidak enak hati karena oleh sahabatnya yang bernama Emin difitnah ingin merebut suaminya. Cerpen “Lanjang Baheula” sebetulnya menceritakan Inggin yang hidup susah karena pada waktu muda diminta oleh Juragan Dalem untuk menikah dengan laki-laki yang pantas menjadi kakeknya. Dalam cerpen “Nyi Karsih”, tokoh Nyi Karsih dipaksa harus mau melayani keinginan Juragan Dalem, yang mengakibatkan Nyi Karsih nekad melakukan bunuh diri.

            Cerpen “Nyi Karsih” oleh Ajip Rosidi diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimasukkan ke dalam antologi Dua Orang Dukun. Hal tersebut bisa menunjukkan bahwa cerpen “Nyi Karsih” merupakan cerpen yang paling menonjol karya Tini Kartini. Dari cerpen “Nyi Karsih“, kita bisa mendapat gambaran tentang keahlian pengarang dalam menulis cerita sehingga terlihat seperti nyata. Selain itu, cerpen “Jurig!” dan “Surat” dimuat dalam antologi Kandjutkundang.