Karna Yudibrata

Karna YudibrataKarna Yudibrata dilahirkan di Tambaksari, Rancah,  Ciamis pada tanggal 17 September 1985. Setelah lulus SGA Bandung, ia melanjutkan ke FKIP Unpad yang berubah menjadi IKIP Bandung, dan sekarang berubah menjadi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Ia sudah banyak menulis cerita pendek dan telah dibukukan, di antaranya “Kanyaah Kolot” tahun 1985. Ia juga menulis puisi, di antaranya “Seuneu Bandung” dan “Handaru Juang” yang dijadikan lagu wajib dalam pasanggiri kawih sekitar tahun 1960-an.

Karya-karya Karna berupa sajak, cerpen, dan artikel dimuat di beberapa majalah, di antaranya Sunda, Wangsit, Mangle, Warga, Baranangsiang, dan Hanjuang. Roman pendek yang berjudul “Nganti-Nganti Dawuh (1967) merupakan karyanya yang menunjukkan kemampuan dia dalam membangun suasana dalam cerita.

Selain menulis cerita pendek, ia juga menulis artikel mengenai bahasa yang merupakan keahliannya. Ia pernah menulis buku Penuntun Pengajaran Sastra di Sekolah Dasar (1970) dan Bagbagan Makena basa Sunda (1989).

Di lingkungan kampus, ia aktif memimpin rombongan kesenian mahasiswa untuk menampilkan pagelaran di Istana dan di Mancanegara, seperti ke Eropa, Jepang, dan Malaysia. Ia pernah menjabat sebagai ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Sunda, Fakultas Sastra dan Seni IKIP Bandung, serta menjadi Pembantu Rektor IKIP Bandung.

Ia juga dikenal sebagai salah seorang pendiri Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang sekarang berubah menjadi STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) sebagai kepala atau direktur pertama. Mulai tahun 1961 ia aktif dalam lingkungan LBSS (Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda). Dalam Kongres Cipayung tahun 1980, ia terpilih sebagai salah seorang anggota pengurus. Pada tahun 1993, ia terpilih sebagai sesepuh umum LBSS.

Masyarakat sastra Sunda dan pendidikan kehilangan putra terbaiknya di awal tahun 2014. Karna Yudibrata tutup usia  pada hari Kamis, 2 Januari 2014 sekitar pukul 06.30 WIB.