Mochammad Akbar Selamat dan Elisabeth Meliana Menjadi Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017

Mochammad Akbar Selamat dan Elisabeth Meliana akhirnya terpilih menjadi Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat tahun 2017 dalam seleksi tahap final yang berlangsung  di Balai Bahasa Jawa Barat, 23 Maret 2017. Pelajar SMAN 4 Bandung dan SMAK 2 BPK Penabur Bandung tersebut berhasil meraih juara pertama setelah bersaing dengan 28 peserta lain yang lolos ke tahap final. Dengan prestasinya itu, sebagai juara I, mereka berhak mendapatkan piala dan uang tunai sebesar lima juta rupiah.

Devyanti Asmalasari, Ketua Panitia, mengatakan bahwa pemenang duta bahasa pelajar telah melalui beberapa tahap seleksi yang sangat ketat, seperti uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI), menulis esai dalam tiga bahasa (Indonesia, daerah, asing), tes wawancara, tes kemampuan bakat dan seni, serta tes bahasa dan presentasi di babak final.

“Kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Pelajar tahun 2017 merupakan ajang pemilihan yang ke-7, sejak diadakan pertama kali pada tahun 2011. Peserta yang mendaftar mencapai 700 pelajar berasal dari Siswa SMA, SMK, dan MA negeri dan swasta di Jawa Barat,” kata Devyanti.

Devyanti menambahkan bahwa tujuan pemilihan Duta Bahasa Pelajar tahun 2017 di antaranya adalah untuk mencari tunas muda yang dapat memengaruhi masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing secara proporsional.  Selain itu, ajang ini diharapkan dapat membangkitkan dan  meningkatkan kesadaran generasi muda dalam mencintai bahasa Indonesia dengan keragaman bahasa daerah sebagai aset bangsa. “Kegiatan ini juga diadakan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda,” kata Devi.

Para Finalis Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017 berfoto bersama sebelum babak final dimulai.
Para Finalis Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017 berfoto bersama sebelum babak final dimulai.

Sementara itu, Abdul Khak, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, mengatakan bahwa apapun nanti profesi para Duta Bahasa, mereka harus tetap memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa daerah sebagai jati diri bangsa. “Dalam konteks keindonesiaan, para duta bahasa harus menjadi virus-virus kebahasaan yang positif dalam mengutamakan bahasa Indonesia, memelihara bahasa daerah, dan mempelajari bahasa asing,” kata Abdul Khak.

Dalam babak final yang berlangsung sangat meriah tersebut, juara II diraih oleh Muhammad Luthfi Hizbulloh (SMKN 1 Katapang) dan Rinanda Ratna Utama Ricky (SMAN 8 Bandung), Juara III Ariel Khidir Ismaya (SMAN 1 Bandung) dan Gina Maheswari Syailendra (SMA Taruna Bakti Bandung), Harapan I Sabian Nathanael Adimulia (SMA Kuntum Cemerlang Bandung) dan Shafira Amalia Assalwa (SMAN 1 Curug Sukabumi), dan Harapan II diraih Ray Deardo (Sampoarna Academy Boarding School Bogor) dan Lia Sylvia Dewi (SMAN Tanjungsari Sumedang).