Pada Akhirnya

Pada akhirnya
situasi itu menjadi kenyataan
Melepas kepergianmu dengan gamang, antara benci dan senang
Keputusan telah ditetapkan, tetapi kenapa begitu cepat
Waktu berjalan

Pada akhirnya
kebersamaan itu cukup sampai di sini
Mengenang hari-hari bersamamu sepanjang sejarah
Berdirinya rumah ini. Jatuh dan bangun
Berkembang dan terus mengembang
Harumnya menjadi perbincangan orang
Namamu disebut berulang-ulang
Atas nama kebenaran

Pada akhirnya
Rindu dan dendam terkalahkan
Oleh perasaan sesungguhnya yang datang dari hati
Ketika engkau pergi, kami merasakan ada yang hilang
Ketika engkau tak lagi di sini, kami menjadi bimbang
Mampukah bertahan, siapkah menerima perubahan

Ketika engkau sesaat lagi hilang dari pandangan
Kami sesungguhnya merasakan
Bersamamu di waktu yang lalu adalah kegembiraan,
Menyusun sejarah perjuangan, membangun kesadaran
Bahwa kita sesungguhnya adalah keluarga
Maka sebagai keluarga, kita semestinya tetap menjaga
Perasaan dan ikatan, saling berkunjung di waktu luang
Mendoakan dan saling menguatkan
Untuk tetap berada dalam lingkaran, meskipun berat untuk dirasakan

Wahai engkau pengusung nama kebenaran
Terima kasih kami ucapkan atas segala macam kebijakan dan kebijaksanaan
Setiap keputusan ada konsekuensi yang harus diterima
Sebuah keputusan memang tidak dapat memuaskan semua orang
Hanya orang yang paham dan mau menerima keadaan yang bisa berlapang dada
Menerima kenyataan
Bersamamu bisa jadi banyak ketidakpuasan, selebihnya adalah senyum mengembang
Maafkan kami atas setiap kesalahan, keteledoran, ketidakdisiplinan, dan kemunafikan
Semoga itu semua tidak menjadikan kita manusia batu
Tidak mau mengubah perilaku menjadi manusia baru.

Pada akhirnya
kami harus melepas kepergianmu
Teriring doa dan salam dari kejauhan
Hati-hati dengan lumpur di hadapan
Katanya, itu bisa menenggelamkan orang
Selamat jalan
Semoga selamat di tempat tujuan.

Bandung, Satu hari setelah Hari Kemerdekaan

===

Puisi ini adalah karya Moh. Sarip Hidayat yang dibacakannya pada acara Pisah Sambut Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, 18 Agustus 2017.