Media Berperan Besar dalam Pemartabatan Bahasa Negara

Balai Bahasa Jawa Barat kembali menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) bersama para redaktur media massa di Jawa Barat pada Kamis, 23 November 2017. Kegiatan yang yang dilaksanakan di aula Balai Bahasa Jawa Barat tersebut diikuti oleh sekitar 40 peserta yang berasal dari media cetak, media penyiaran, dan media daring. Pada kesempatan tersebut hadir juga editor pers kampus dari berbagai Universitas di Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Balai Bahasa Jawa Barat dalam rangka menjalin hubungan baik dan bertukar pikiran dalam rangka ikut berkontribusi dalam penyelesain permasalahan kebahasaan.

Dalam diskusi yang kali ini bertema “Pemartabatan Bahasa Negara melalui Media Massa” ini ditampilkan tiga orang narasumber: Drs. Sutejo (Kepala Balai Bahasa Jawa Barat), Tendi K. Somantri (Ketua Forum Bahasa Media Massa [FBMM] Pusat), dan Imam J.P (Jurnalis Senior Harian Pikiran Rakyat). Topik diskusi yang dipandu oleh moderator Ade Mulyanah staf dari Balai Bahasa Jabar ini adalah tentang kebijakan bahasa, peran bahasa dalam media massa, dan pemilihan kata dalam media massa.

Redaktur media cetak, media penyiaran, dan media daring berfoto bersama seusai Diskusi Kelompok Terpumpun di Balai Bahasa Jabar.

Drs. Sutejo, dalam sambutannya ketika membuka acara mengatakan bahwa media massa memiliki peran besar dalam memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. “Pemartabatan bahasa negara merupakan program yang tengah digaungkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud, Republik Indonesia,” kata Kepala Balai Bahasa Jabar.

Ketika berdiskusi, Ketua FBMM Pusat mengatakan bahwa literasi media kini semakin penting agar masyarakat tahu banyak tentang media. Sementara itu, Imam J.P. menekankan pentingnya pemilihan kata dalam pemberitaan di media massa.