Kegiatan Literasi dan Inventarisasi Kosakata Sunda IKA Dubas Jabar

Gerakan Literasi Sekolah merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Gerakan ini sudah dicanangkan sejak tahun 2015 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Literasi sekolah bertujuan menciptakan ekosistem sekolah yang berbudaya baca—tulis.

Alumni Duta Bahasa Jawa Barat yang tergabung dalam IKA Dubas Jabar turut berperan aktif dalam menyukseskan program gerakan literasi. Salah satu kegiatan IKA Dubas Jabar yang sudah dilaksanakan sejak bulan Mei 2017 adalah Program Pengabdian Masyarakat Dubas Jabar di Bidang Literasi.

Anak-anak di Kelurahan Ledeng, Kota Bandung ketika mengikuti kegiatan Literasi yang dilaksanakan oleh IKA Dubas Jabar.

IKA Dubas Jabar mengadakan kegiatan Literasi untuk Anak-Anak di Kelurahan Ledeng, Kota Bandung. Kegiatan yang dilaksanakan sejak September sampai 16 Desember 2017 tersebut diikuti oleh 80 orang peserta yang terdiri atas anak-anak TK, SD, dan SMP.

Sebanyak 39 orang alumnus Dubas Jabar yang tergabung dalam IKA Dubas Jabar menjadi pengajar dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, materi  yang diajarkan adalah Membaca dan Menulis (untuk anak TK dan SD kelas 1), kemudian Bahasa Inggris, Wicara Publik, serta Mengenal Sastra dan Kebudayaan Jabar (untuk anak kelas 2  SD s.d. SMP).

Ade Mulyanah (tengah) ketika sedang memberikan pengarahan kepada para Duta Bahasa Jabar.

Ade Mulyanah, M.Hum. (pembimbing IKA Dubas Jabar), mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan minat membaca dan menulis bidang kebahasaan dan kesastraan di kalangan anak-anak, khususnya di Kelurahan Ledeng, Kota Bandung. “Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari Sabtu pukul 14.00–18.00 WIB bertempat di ruangan pos yandu Kelurahan Ledeng”, tambah Ade.

Pada 5 Agustus 2017, IKA Dubas Jabar juga mengadakan kegiatan Inventarisasi Kosakata Arkais Sunda Sebagai Upaya Pemertahanan Kearifan Lokal Di Jabar. Ade Mulyanah menerangkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menginventarisasi kosakata arkais Sunda terkait dengan budaya nyangu (menanak nasi). Menurut Ade, munculnya teknologi rice cooker yang disebut sebagai teknologi on/off  ternyata telah membuat sekitar 50 kosakata Sunda terkait nyangu hilang atau kurang populer.

Kegiatan Inventarisasi Kosakata Arkais Sunda Sebagai Upaya Pemertahanan Kearifan Lokal Di Jabar yang dilaksanakan oleh IKA Dubas Jabar.

“Kosakata bahasa Sunda sebagai bahasa penutur terbanyak di Jawa Barat ternyata telah banyak yang menjadi arkais, usang atau kuno. Walaupun secara asumsi masih jauh dari kepunahan, tetapi bila tingkat kearkaisan terus meningkat, memungkinkan kosakata tersebut menjadi punah. Hal inilah yang menjadi kepedulian IKA Dubas Jabar untuk menyelenggaran kegiatan tersebut” kata Ade.

Program Pengabdian Masyarakat di Bidang Literasi yang dilakukan oleh IKA Dubas Jabar tadi patut dilanjutkan dan terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Program ini sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan minat membaca dan menulis anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, kegiatan Inventarisasi Kosakata Arkais Sunda juga sangat berguna dalam upaya pelestarian bahasa Sunda sebagai bagian dari budaya bangsa.

Para Dubas Jabar ketika menventarisasi kosakata arkais Sunda.