Peluncuran Buku dan Bincang Literasi KPKers Bandung Raya

Minggu, 10 Desember 2017, Komunitas Penulis Kreatif Bandung Raya (KPKers Baraya) mengadakan acara peluncuran buku dan bincang literasi. Acara dilangsungkan di Aula Balai Bahasa Jawa Barat, Jl. Sumbawa, Kota Bandung, sekitar pukul 08.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB. Acara yang menjadi penutup kegiatan KPKers Baraya di tahun 2017 ini, dibuka dengan sambutan dari pendiri Komunitas Penulis Kreatif, Jumari Haryadi Kohar.

Peluncuran buku Antologi Puisi KPKers Baraya diresmikan dengan penyerahan buku Baraya Berkarya dari Sri Maria, Ketua KPKers Bandung Raya, kepada J. Haryadi.
Dalam agenda akhir tahun itu, panitia menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang literasi, Adrie Noor dan Revi Mainaki. Adrie Noor, menyampaikan tema diskusi Penulis Di Era Digital. “Era digital sangat berpeluang untuk mengembangkan sisi kepenulisan kita. Lebih mudah dan menghasilkan. Hak cipta lebih diakui dan dihargai serta plagiasi lebih mudah ditemukan dengan sistem digital,” ujar Adrie.

Revi Mainaki, pemuda yang produktif di bidang literasi dan pendidikan, berbagi tips menjadi anak muda yang produktif. “Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, mengatur pola hidup, akan membuatmu sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Revi. Selain dua narasumber tersebut, dihadirkan pula bintang tamu untuk menghibur peserta. Seorang solois dan vokalis grup musik religi Kholifah, Fatria Nata. Ia membawakan lagu berjudul Laskar Pelangi milik grup musik Nidji, dan Ku Khitbah Kau Hari Ini. Lagu terakhir ini merupakan lagu gubahannya.

Pemutaran film dokumenter pendek berjudul “Ahu Parmalim” turut meramaikan acara yang dihadiri 40 orang peserta itu. Film ini diproduksi Yayasan Kampung Halaman dan disutradarai oleh Cicilia Maharani. Tiba di penghujung acara. Irma dan Getha yang merupakan anggota KPKers Baraya membacakan puisi karya mereka. Di penghujung acara tampil pula perwakilan peserta dari komunitas pengelola literasi bagi masyarakat berkebutuhan khusus. Bagi kalangan yang berkebutuhan khusus, bentuk literasi yang paling mungkin adalah literasi warna dalam lukisan yang dikombinasikan dengan sedikit narasi tertulis dari keluarga mereka, demikian ujarnya.   Acara ditutup dengan sambutan penutup oleh Ardianto Bahtiar, perwakilan Balai Bahasa Jawa Barat, .

Reportase oleh Sri Maria, Ketua KPKers Baraya