Memintal Hujan, Memilin Kenangan: Tiga Puisi Husen Arifin

Memintal Hujan, Memilin Kenangan

di kota ini, aku adalah angsa
tanpa sayap, kaki yang tua
tulang hampir tak berdaya

gelak tawa orang-orang
bagaikan semu di padang
di malam-malam hitam
di nuansa yang kelam

aku berjalan memintal hujan
gerimis mudah sedu sedan
tak ada ritme berjejalan
kupendam dan berkelindan

sungguh aku memilin kenangan
ketika sawah berganti bangunan
hidupku terpasung dan
mimpi menikmati senja pun hilang
sedang hari-hari seperti petualang

kakiku yang tua, tubuhku purna
sementara orang-orang telah bahagia

Bandung, 2018

Segenggam Rindu

bisikan reranting
di pagi sampai ke kening
tabuh suaranya melengking

berulang tiap embun jatuh bening
seumpama rindu tergenggam tangan, lalu hening

kemana merengkuh hati
jika segenggam rindu penuh di ruang sepi
ada kisah dalam kasih
ada tabah dalam perih

biar waktu, aku dan rindu
biar sendu, aku dan nafasmu

Bandung, 2018

Usai Gelar Perjumpaan

usai gelar perjumpaan
di simpang kenangan

aku tertegun pesona
engkau yang purnama

bila habis cahaya
engkau terbit di antara

aku dendang sajak
agar engkau tak
ragu pada lelaki kelak

usai gelar perjumpaan
aku simpan senyum hujan

sementara detak jam
mengiringi kaki bidadari malam

Bandung, 2018

Biodata Penulis:

HUSEN ARIFIN lahir di Probolinggo 28 Januari 1989. Karya-karyanya dimuat jurnal, media lokal dan nasional juga dalam kumpulan puisi dan cerpen bersama: 100 Puisi Terbaik Indonesia-Tionghoa (INTI) DKI (2007), Antologi Puisi Festival Bulan Purnama Trowulan (2010), Menolak Lupa (2010), Akar Jejak (2010), Antologi Puisi Kasih-Tanah Air Udara (2010), Karena Aku Tak Lahir Dari Batu (2011), Akulah Musi (2011), Tuah Tara No Ate (2011), Penyair Memburu Matahari (2011), Pukau Kampung Semaka (2011), Barisan Hujan (2011), Lelaki yang Dibeli (2011), Narasi Tembuni (2012), Nun (2015). Pernah meraih penghargaan dalam Lomba Cipta Puisi Thulabi Club Bandung (2007). Lomba Cerpen Tingkat Nasional IPB (2011), Lomba Cerpen Islami Se-Jawa Timur di ITS (2011), Lomba Cipta Cerpen tingkat Nasional UIN Sunan Gunung Djati Bandung (2014), Juara I Lomba Cipta Puisi tingkat Nasional UPI Bandung (2016), dan Juara III Lomba Nyala Puisi tingkat Nasional Gerakan Menulis Buku Indonesia Solo (2017). Kumpulan cerpennya yang telah terbit adalah Lampion (Penerbit Andi, 2014). Sekarang aktif sebagai Dosen dan Ketua LPPM Politeknik Al Islam Bandung.