Partisipasi Masyarakat dalam Pengayaan Lema KBBI

Sebuah bahasa dikatakan modern jika sudah memiliki tiga unsur: tata bahasa, kamus, dan alat uji. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa modern tentu memiliki kamus, yang lebih dikenal dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). KBBI memuat ribuan kata, istilah dan definisinya, serta makna dari berbagai bidang ilmu. KBBI  sangat berguna sebagai rujukan, sumber referensi, bahkan alat pendokumentasian sejumlah kosakata dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, sebagai rujukan kata untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar, KBBI adalah pilihan yang tepat.

Pada tahun 2016, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah meluncurkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V Daring. Peluncuran KBBI Daring merupakan upaya terus-menerus yang dilakukan Badan Bahasa untuk menjadikan KBBI sebagai sumber rujukan dan sumber penggalian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta peradaban Indonesia yang mudah diakses dan murah.

KBBI daring merupakan upaya penyediaan akses terhadap KBBI di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun selama terhubung dengan jaringan internet. Masyarakat dapat mengakses KBBI daring ini di Laman Badan Bahasa, Kemendikbud (http://badanbahasa.kemdikbud.go.id). Produk ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mencari rujukan lema dalam rangka penggunaan bahasa Indonesia.

Hingga kini, KBBI Edisi V terus dilengkapi, diperbaiki, diperbaharui, dan disempurnakan sebagai salah satu upaya memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Sejak tahun 2015 hingga April 2018, jumlah kata atau lema dalam KBBI terus mengalami kenaikan. Pada 2015 ada sebanyak 90 ribu lema, kemudian pada 2016 ada 108 ribu lema. Pada 2017 jumlahnya 110 ribu lema. Terakhir, yakni 2018, lema yang sudah ada meningkat menjadi 109.213 lema.  Badan Bahasa memasang target pada 2019 lema yang sudah dimutakhirkan dalam KBBI akan mencapai  114 ribu lema.

Dalam upaya pemutakhiran KBBI V, Balai Bahasa Jawa Barat menunggu partisipasi masyarakat Jawa Barat untuk memberikan masukan dan usulan untuk pengayaan dan penyempurnaan KBBI Edisi V. Asep Rahmat, M.Hum., Staf Teknis Balai Bahasa Jabar yang juga sebagai editor KBBI mengatakan bahwa masyarakat Jawa Barat yang akan berpartisipasi mengusulkan kosakata bahasa Sunda, baik berupa kosakata umum, maupun istilah bahasa sunda yang konsepnya belum ada dalam KBBI dapat memberikan usulannya melalui alamat pos-el: bbjb.kbbi@gmail.com atau asep.rahmat@kemdikbud.go.id.