Peran Penting Peneliti dalam Meningkatkan Karakter Bangsa

Sebagai upaya peningkatan mutu penelitian bahasa dan sastra, Balai Bahasa Jabar menyelenggarakan Seminar Bahasa dan Sastra (Sembasa) 2018. Sembasa 2018 dilaksanakan 12—13 Juli 2018 di Fox Harris Hotel, Jalan Jawa Nomor 3 Bandung. Seminar ini melibatkan empat kementerian sebagai pemakalah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agamaserta Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Dalam seminar yang dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ini ditampilkan tiga orang pemakalah utama: (1) Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum. (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa), (2) Drs. Muh. Abdul Khak M.Hum. (Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa), dan (3) Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd.  (Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa).

Drs. Sutejo, Kepala Balai Bahasa Jabar, dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya Sembasa 2018 adalah (1) untuk membina dan mengembangkan karakter bangsa melalui penelitian bahasa dan sastra; (2) menggali kearifan lokal dalam membina dan mengembangkan karakter bangsa; serta (3) memberi kontribusi bahasa dan sastra dalam membina literasi sekolah. “Kegiatan ini diselenggarakan dengan latar belakang kondisi era teknologi dan informasi yang serba instan. Sikap hidup pragmatis sebagian besar masyarakat Indonesia mengakibatkan terkikisnya nilai luhur budaya bangsa,” kata Sutejo.

Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum. (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) mengajak para peneliti meningkatkan karakter bangsa dalam memartabatkan bahasa negara.

Sementara itu, dalam Sembasa 2018 yang bertema “Penelitian Bahasa dan Sastra sebagai Upaya Pembinaan dan Pengembangan Karakter Bangsa” ini, Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum. mengatakan bahwa peran peneliti bahasa sangat penting untuk meningkatkan perkembangan karakter bangsa Indonesia karena kondisi saat ini di ruang publik, banyak pengusaha yang tidak mengutamakan bahasa negara pada tampilan papan reklamenya. “Seharusnya kita terganggu dengan kondisi ini” kata Prof. Dadang.

Nantje Harijatiwijadja, M.Hum., Ketua Panitia Sembasa 2018, menambahkan bahwa Sembasa Balai Bahasa Jabar 2018 diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri atas 72 orang peserta pemakalah pendamping dan 28 orang peserta.  Para peserta berasal dari kalangan peneliti, dosen, wartawan, mahasiswa dan guru yang berasal dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Makalah yang disajikan oleh pemakalah pendamping dalam Sembasa 2018 ditelaah oleh empat orang penelaah.  Bidang bahasa ditelaah oleh Dr. Dendy Sugono (UI) dan Dr. Wahya, M.Hum. (Unpad). Sementara itu, Dr. Sunu Wasono, M.Hum. (UI) dan Dr. Yulianeta, M.Pd. (UI) bertindak sebagai penelaah sastra. “Setelah ditelaah, makalah harus diperbaiki sesuai petunjuk dan masukan penelaah, sebelum diterbitkan  menjadi prosiding ber-ISBN dan para pemakalah akan mendapatkan prosiding secara cuma-cuma”, kata Nantje. (DS)