Hotel Grand Citra Karawang Raih “Anugerah Kawistara Interasih”

Hotel Grand Citra menjadi pemenang pada Lomba Pemartabatan Bahasa Negara di Kabupaten Karawang untuk ranah hotel. Pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang diberikan langsung oleh Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana. Bupati Cellicia memberikan “Anugerah Kawistara Interasih” kepada para pemenang selepas upacara peringatan Hari Guru di lingkungan Pemkab. Karawang, Rabu, 26 November 2018, di lapangan upacara kantor bupati karawang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nagasari, Kabupaten Karawang.

Perlombaan penggunaaan bahasa di ruang publik diselenggarakan atas kerja sama Balai Bahasa Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Karawang. Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari hasil dan rekomendasi Lokakarya Penggunaan Bahasa Negara di Ruang publik yang dilaksanakan di Bandung tahun 2015 lalu. Salah satu rekomendasi dari lokakarya 2015 lalu adalah bahwa pemerintah perlu memberikan penghargaan kepada pelaku usaha, tokoh, dan media yang telah menunjukkan sikap yang positif terhadap bahasa Indonesia untuk menciptakan semangat berkompetisi yang sehat dan berkesinambungan.

Lomba Pemartabatan Bahasa Negara di Kabupaten Karawang diikuti oleh peserta dari ranah hotel, rumah makan, dan mal. Hotel Grand Citra mendapat penghargaan untuk ranah hotel. Sementara itu, rumah makan “Cibiuk” mendapat penghargaan yang sama untuk ranah restoran. Untuk ranah mal, “Anugerah Kawistara Interasih” diraih oleh “Mal Cikampek”. Para pemenang lomba selain mendapat prasasti “Anugerah Kawistara Interasih” dari Bupati Karawang juga mendapat piala dan uang penghargaan sebesar Rp10.000.000 untuk setiap ranah.

Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, ketika menandatangani Prasasti “Anugerah Kawistara Interasih” untuk para pemenang Lomba Pemartabatan Bahasa Negara di Kabupaten Karawang.

Drs. Sutejo, Kepala Balai Bahasa Jabar mengungkapkan bahwa lomba Pemartabatan Bahasa Negara bertujuan untuk menertibkan pemakaian bahasa Indonesia di ruang publik yang sudah karut marut. “Para pemilik tempat usaha diharapkan lebih mengutamakan pemakaian bahasa Indonesia di ruang publik, sesuai dengan UU Kebahasaan RI nomor 24 Tahun 2009”, ujar Sutejo.

Ade Mulyanah, Panitia Lomba Pemartabatan Bahasa Negara di Kabupaten Karawang, mengatakan bahwa Kegiatan ini diharapkan bukan hanya pemartabatan bahasa negara sebagai realisasi Undang-Undang Kebahasaan, tetapi juga menjadikan bahasa sebagai daya tarik wisata. Salah kaprah sekarang terjadi ketika bahasa asing dianggap hal yg lebih punya prestise. “Wisatawan datang ke Indonesia bukan hanya melihat budaya lewat tarian, nyanyian, dan media budaya lainnnya, tetapi juga ingin melihat bahasa yang digunakan di negara yg mereka kunjungi”, kata Ade.

Pada tahun 2018 ini, Balai Bahasa Jawa Barat juga menyelenggarakan Lomba Pemartabatan Bahasa Negara di Kota Cimahi dan Kabupaten Tasikmalaya. Di dua tempat tersebut, hingga berita ini dirilis masih dalam proses penilaian tim juri. (DS)