Nursidik dan Agatha Terpilih sebagai Duta Bahasa Nasional 2018

Dua perwakilan Jawa Barat, yaitu Nursidik dan Agatha Lydia Natania ditetapkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2018 dalam pemilihan duta bahasa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemilihan tersebut dilaksanakan pada Jumat 17 Agustus, di Hotel Accor Mercure, Ancol, Jakarta. Nursidik dan Agatha yang sebelumnya meraih predikat duta bahasa Jawa Barat ini harus bersaing dengan 62 peserta lain yang berasal dari 31 provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi memiliki dua perwakilan: laki-laki dan perempuan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar berharap, duta bahasa yang terpilih dapat membantu pemerintah memperbaiki kekurangan penggunaan Bahasa Indonesia di masyarakat karena dengan kegiatan yang banyak melibatkan anak muda, dapat mendorong generasi muda lainnya untuk mencintai Bahasa Indonesia. Dadang juga berharap duta bahasa nasional terpilih dapat membantu pemerintah dalam menyosialisasikan dan meyakinkan masyarakat bahwa bangsa Indonesia memiliki sebuah perekat utama bangsa yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

Kemudian, para pemenang Duta Bahasa tahun 2018 diharapkan turut mempromosikan slogan yang selalu digunakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan dan lindungi bahasa daerah, serta pelajari dan kuasai bahasa asing. Selama satu tahun, Duta Bahasa Nasional 2018 ini akan membantu pemerintah mempromosikan penggunaan Bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan mempelopori penguasaan bahasa asing.

Drs. Sutejo, Kepala Balai Bahasa Jabar, sangat bangga atas prestasi yang diraih Nursidik dan Agatha sebagai Duta Bahasa Jabar yang mewakila dari Jawa Barat di pentas nasional. Sutejo berharap para Duta Bahasa harus tetap memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa daerah sebagai jati diri bangsa. “Selain harus mahir berbahasa Indonesia, Duta Bahasa harus menguasai bahasa daerah dan bahasa asing karena itu merupakan identitas bangsa dan alat komunikasi sebagai warga dunia,” kata Sutejo.

Nursidik dan Agatha Lydia Natania berfoto bersama Kepala Balai Bahasa Jabar seusai dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2018.

Sementara itu, Agatha Lydia Natania mengatakan bahwa sebagai duta Bahasa memliki tugas bukan hanya ntuk mengembalikan dan mengajak para generasi muda agar selalu menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga mengajak mereka menguasai bahasa asing, dan melestarikan bahasa daerah. Sementara itu, melengkapi pernyataan Agatha, Nursidik, mengemukakan bahwa bahasa sebagai salah satu jendela dunia sangat memberikan pengaruh besar. Generasi muda harus dapat mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, melestarikan dan menjaga bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai upaya memberikan kontribusi dalam memajukan Indonesia.

Pemilihan Duta Bahasa Nasional sudah diselenggarakan sejak tahun 2006. Proses pemilihannya dilakukan secara ketat pada tingkat provinsi sebelum seleksi tingkat nasional. Peserta yang berhasil masuk seleksi tingkat nasional diberikan pembekalan tentang pentingnya peran duta bahasa dalam era globalisasi, pembinaan Ideologi Pancasila bagi generasi muda, dan kebijakan kebahasaan dan kesastraan. Selanjutnya, para finalis juga diberikan pembekalan mengenai kebijakan pembinaan bahasa, bahasa Indonesia yang baik dan benar, peningkatan kemampuan komunikasi publik, dan pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial.

Agatha Lydia Natania dan Nursidik mewakili Jawa Barat setelah memenangi pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2018 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Barat pada 9 Juli 2018 di Hotel Prama Grand Preanger, Bandung. Dalam Pemilihan Dubas Jabar 2018, mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan terakhir di Unpar Bandung dan Uniku Kuningan ini menyisihkan 512 peserta lain yang berasal dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Pada pemilihan duta Bahasa Nasional tahun 2018, selain Agatha dan Nursidik dari Jawa Barat sebagai juara pertama, juara kedua diraih Provinsi DKI Jakarta dengan peserta Hilma Ramadina dan Faisal Meinaldy; Juara ketiga dari Provinsi Aceh, atas nama Ainna Khairunnisa dan Almuarrif. Sementara itu, Juara keempat dari Provinsi Sumatera Selatan atas nama Okky Fatimah Az Zahra dan Ikrar Hesa Prasetya; Juara kelima dari Provinsi Bali atas nama Ni Luh Putu Yuni Krisnayanthi dan Gede Made Cahya Trisna Pratama, serta; juara keenam dari Provinsi Jawa Timur atas nama Cherissa Wahyu Pramais dan Alfyan Wahyu Ramadhan. (DS)