Guru dan Pegawai Tata Usaha Sekolah di Bandung Akan Disuluh Kebahasaan

Balai Bahasa Jawa Barat sebagai UPT Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan perlu terus meningkatkan kemahiran berbahasa guru agar proses belajar dan mengajar di sekolah menjadi lebih berkualitas. Hal tersebut sesuai dengan salah satu tugas pokok dan fungsi Balai Bahasa Jabar, yaitu pembinaan pengguna bahasa Indonesia. Salah satu kegiatan dalam pembinaan bahasa adalah penyuluhan. Sejak tahun 2001 Balai Bahasa Jawa Barat sudah mengadakan penyuluhan bahasa Indonesia di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pada tahun 2019 ini Balai Bahasa Jawa Barat akan mengadakan penyuluhan kemahiran berbahasa bagi tenaga professional, khususnya guru bahasa dan tenaga Tata Usaha sekolah di Kota Bandung. Maksud dan tujuan diadakannya penyuluhan tersebut adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para guru bahasa tentang kebijakan Badan Pengembangan dan Perbukuan dalam mengembangkan dan membina pengguna bahasa Indonesia. Selain itu, penyuluhan ini juga bermaksud untuk meningkatkan mutu penggunaan bahasa Indonesia baik lisan—sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga pendidikan—maupun bahasa tulis sebagai sarana pengungkapan pikiran para guru dan tenaga tata usaha di sekoah sehingga mereka lebih mahir dalam berbahasa Indonesia.

Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, Kasubag TU Balai Bahasa Jabar, Ardianto Bahtiar, M.Hum. mengadakan pertemuan dengan para ketua panitia serta para penyuluh di Balai Bahasa Jabar pada 15 dan 16 Mei 2019. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut diputuskan bahwa kegiatan penyuluhan kemahiran berbahasa bagi tenaga professional di Kota Bandung akan dilaksanakan pada bulan Mei—Juni 2019 di Kota Bandung. Sebanyak 700 peserta yang terdiri atas guru bahasa Tingkat SD, SMP, dan SMA serta tenaga Tata Usaha SMA akan diundang dalam penyuluhan ini. Penyuluhan yang terbagi dalam tujuh kegiatan ini akan melibatkan semua sekolah yang ada di wilayah Kota Bandung, baik negeri, maupun swasta.

Penyuluhan Kemahiran Berbahasa bagi Tenaga Professional di Kota Bandung dilaksanakan selama dua hari dengan pola 16 Jam. Kegiatan penyuluhan diisi dengan pemaparan materi terkait kebahasaan dan kesastraan dari para penyuluh yang berasal dari staf Balai Bahasa Jabar. Materi yang akan diberikan kepada para peserta adalah (1) Kebijakan Bahasa, (2) Ejaan, (3) Bentuk dan Pilihan Kata, (4) Tata Kalimat, (5) Penyusunan Paragraf, (6) Pengajaran Sastra, dan (6) Tata Naskah Dinas.

Pertemuan Kasubbag TU Balai Bahasa Jabar, Ardianto Bahtiar, M.Hum. bersama para panitia dan penyuluh terkait persiapan pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Kemahiran Berbahasa bagi Tenaga Profesional di Kota Bandung.

Dalam pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Kemahiran Berbahasa bagi Tenaga Professional di Kota Bandung, Balai Bahasa Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Penyuluhan kemahiran berbahasa bagi guru dan tenaga tata usaha di sekolah penting dilakukan karena salah satu fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, termasuk sekolah.

Guru sebagai tenaga pendidik mempunyai peran penting dalam mewujudkan proses pendidikan yang baik di sekolah. Dalam praktiknya, proses tersebut tidak lepas dari penggunaan bahasa Indonesia sebagai pengantar dalam pendidikan. Proses pendidikan tidak lepas dari penggunaan bahasa sebagai upaya membimbing siswa dalam belajar. Dengan demikian, kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru menjadi sangat penting.  Guru tentu harus memiliki kemahiran berbahasa Indonesia yang baik dan benar agar semua hal yang disampaikannya dapat dipahami dan diterima dengan cepat oleh siswa.

Guru yang menggunakan bahasa Indonesia dengan benar dalam proses pendidikan akan meminimalisasi kesalahan siswa dalam memahami materi pelajaran. Jika pesan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan karakter bangsa yang disampaikan guru menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, semua hal yang disampaikan guru akan mudah diserap siswa. Peran guru sangatlah dibutuhkan untuk mendukung terciptanya suasana belajar mengajar yang menyenangkan, aktif, dan memungkinkan anak berprestasi secara maksimal. Hal utama yang harus diperhatikan oleh guru adalah bagaimana meraka bertutur kata dalam membimbing, mendidik, menasihati, dan bertingkah laku sebagaimana mestinya sehingga para siswa pun dapat mengerti apa yang telah disampaikan oleh guru mereka.

Semoga dengan berlangsungnya kegiatan penyuluhan ini wawasan kebahasaan dan kesastraan para guru bahasa dan tenaga tata usaha sekolah di Kota Bandung meningkat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. (DS).