Pemilihan Ikon Kebahasaan di Jawa Barat

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Bahasa Jawa Barat, Ardianto Bahtiar, S.S., mewakili Kepala Balai Bahasa Jabar membuka secara resmi kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2019 (Dubas Jabar 2019) pada Selasa, 18 Juni 2019. Pembukaan kegiatan yang dilangsungkan di Hotel El-Royale Bandung tersebut dihadiri oleh 150 peserta yang lolos seleksi tahap I dalam Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2019. Pemilihan Dubas Jabar 2019 yang mengusung tema “Potensi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional” ini merupakan tahun ke-13 dalam penyelenggaraan duta bahasa yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Jawa Barat untuk memilih generasi muda yang akan menjadi ikon kebahasaan di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Ardianto menyampaikan harapan yang sangat tinggi kepada peserta Dubas Jabar 2019 agar melihat dan memaknai bahasa tidak sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga harus memandang bahasa sebagai identitas dan peradaban kebudayaan sebuah bangsa. Menurut Ardianto, bangsa Indonesia, khususnya duta bahasa adalah pewaris kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya, yaitu bahasa Indonesia. “Sejak tahun 1945 sampai 1955 bangsa Indonesia sudah diakui oleh bangsa lain dengan diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika di Bandung. Kini tugas duta bahasa untuk memperkenalkan bahasa Indonesia ke dunia internasional,” kata Ardianto.

Ade Mulyanah, Ketua Seleksi Pemilihan Dubas Jabar 2019, ketika memberikan Laporan dalam acara Pembukaan Pemilihan Dubas Jabar 2019 di Hotel El-Royale, Bandung.

Ade Mulyanah, Ketua Panitia Pemilihan Dubas Jabar 2019, dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan diadakan Pemilihan Dubas Jabar 2019 di antaranya adalah untuk mencari tunas muda yang mampu berbahasa Indonesia, berbahasa daerah, dan berbahasa asing, serta meningkatkan perhatian dan wawasan generasi muda terhadap pelestarian bahasa daerah. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencari generasi muda yang dapat memengaruhi masyarakat untuk dapat menggunakan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing secara proporsional”, kata Ade.

Ade Mulyanah menambahkan bahwa jumlah peserta yang lolos seleksi tahap pertama, menulis esai dan administrasi, sebanyak 150 peserta dari 411 pendaftar. Ke-150 peserta tersebut berasal dari berbagai universitas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Profil peserta tahun ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, antara lain dari jurusan bahasa, teknik, ilmu komunikasi, ekonomi, ilmu politik, kedokteran, dan ilmu kesehatan. Sementara itu, bahasa asing yang dikuasai oleh peserta terdapat 18 bahasa asing, diantaranya Inggris, Perancis, Jerman, Arab, Rusia, Belanda, Ibrani, Tagalog, dan Korea. Untuk kemampuan berbahasa daerah, terdapat 88,22% peserta yang mampu berbahasa Sunda, 6,4% mampu berbahasa Melayu Betawi, dan 5,4% berbahasa Cirebonan.   

Terkait tema pemilihan Dubas Jabar 2019 tentang “Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Global”, Ade Mulyanah menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian Balai Bahasa Jabar terhadap eksistensi bahasa Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Berdasarkan data Unesco 2018, Indonesia menduduki peringkat keenam sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di internet dan media sosial. “Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa bahasa Indonesia akan menjadi salah satu bahasa internasional”, kata Ade.

Pelaksanaan seleksi pemilihan Dubas Jabar 2019 dibagi dalam beberapa tahap. Setelah terpilih peserta yang lolos seleksi tahap pertama, pada Selasa, 18 Juni 2019, langsung dilaksanakan seleksi tahap kedua, yaitu melalui tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Uji Kemahiran Berbahasa Asing (UKBA), menulis esai tiga bahasa, dan wawancara. Dari seleksi tahap kedua akan dipilih 40 peserta yang ditetapkan menjadi finalis untuk kembali diuji di babak final.

Rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh para finalis berikutnya adalah mengikuti tes seni dan budaya pada acara malam bakat yang diselenggarakan pada 22 Juni 2019, di Saung Angklung Udjo. Kemudian, sebelum pelaksanaan babak babak final, para finalis akan mengikuti pembekalan di Balai Bahasa Jawa Barat pada 24 dan 25 Juni 2019. Materi yang akan diberikan dalam pembekalan tersebut adalah materi kebahasaan (Kebijakan Bahasa, Diksi, Ejaan, Tata Kalimat, dan Penulisan Krida), Program BIPA sebagai Internasionalisasi Bahasa Indonesia, dan Wicara Publik.

Peserta Seleksi Dubas Jabar 2019 ketika mengikuti salah satu tahapan tes dalam seleksi tahap kedua, yaitu Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), di Hotel El-Royale Bandung.

Pelaksanaan final akan dilaksanakan pada 27 Juni 2019. Dari empat puluh finalis akan dipilih juara 1, 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 putra/putri. Selain itu, akan dipilih juga pasangan Duta Bahasa Media Sosial. Keenam pasang pemenang Duta Bahasa tersebut akan menjadi ikon bahasa di Jawa Barat. Selain itu, pasangan juara 1 putra/putri secara otomatis akan mewakili Jawa Barat dalam pemilihan duta bahasa tingkat nasional tahun 2019. (DS).