Rizki dan Gina Akan Mewakili Jabar di Pentas Duta Bahasa Nasional 2019

Setelah melalui tahapan seleksi yang sangat ketat, Rizki Dwika Aprilian dan Gina Maheswari Syailendra akhirnya terpilih menjadi Duta Bahasa Jawa Barat tahun 2019. Dengan keberhasilannya itu, mereka akan mewakili Jawa Barat dalam pentas pemilihan Duta Bahasa Nasional 2019. Tahun 2018 lalu,  Jawa Barat meraih prestasi gemilang di ajang pemilihan Duta Bahasa Nasional setelah wakilnya saat itu, Nursidik dan Agatha, terpilih sebagai Duta Bahasa Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gina Maheswari Syailendra (kiri) dan Rizki Dwika Aprilian (kanan) dinobatkan sebagai Duta Bahasa Jawa Barat 2019.

Dalam seleksi tahap akhir di babak final Pemilihan Duta Bahasa Jabar 2019 yang berlangsung  Kamis, 27 Juni 2019, di Hotel El Royale Bandung, Rizki dan Gina berhasil meraih juara pertama setelah bersaing dengan 38 peserta lainnya yang lolos seleksi tahap final. Pasangan yang dalam tahap seleksi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) memperoleh predikat Sangat Unggul ini selain mendapat hadiah tropi dari Balai Bahasa Jawa Barat, juga menerima uang tunai Rp6.000.000.  Bagi Gina Maheswari, prestasi yang diraihnya itu merupakan capaian yang luar biasa karena selain sebagai peserta termuda (baru lulus dari SMA Taruna Bakti), ia juga memperoleh skor nilai tertinggi dalam Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia.

Umar Solikhan, Kepala Balai Bahasa Jabar, (kiri) beserta istri (kanan), menyerahkan penghargaan kepada Duta Bahasa Jawa Barat 2019.

Umar Solikhan, M.Hum., Kepala Balai Bahasa Jabar, mengatakan bahwa pemilihan Duta Bahasa Jabar 2019 yang bertema “Potensi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional” ini di antaranya bertujuan untuk mencari tunas muda yang dapat memengaruhi masyarakat agar menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing secara proporsional. Selain itu, ajang ini diharapkan dapat membangkitkan dan  meningkatkan kesadaran generasi muda dalam mencintai bahasa Indonesia dengan keragaman bahasa daerah sebagai aset bangsa. “Acara ini diselenggarakan agar generasi muda paham terhadap keutamaan penggunaaan bahasa Indonesia dan meningkatkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia,” kata Umar Solikhan.

Di babak final yang berlangsung sangat meriah tersebut, juara II diraih oleh Refki Rizki Alfani (Politeknik Negeri Bandung) dan Eryanti Nurmala Dewi (UIN Sunan Gunung Djati), Juara III Bernhart Farras Sukandar (Facchochschule Sudwestfalen North Rhine-Westpalia) dan Intan Salindri Galiesta (Universitas Pendidikan Indonesia), Harapan I Dipa Suharto (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Nidyanthy Adillia Pratiwi (Universitas Indonesia), dan Harapan II diraih M. Dandi Sulaiman (Universitas Islam Kediri) dan Niken Khaerunnisa S. (Universitas Pendidikan Indonesia). Sementara itu, untuk kategori Duta Bahasa Media Sosial diraih oleh Rohman Hikmat (Universitas Padjajaran) dan Claudia Angel Marpaung (Universitas Udayana).

Ade Mulyanah, Ketua Panitia Pemilihan Dubas Jabar 2019, mengatakan bahwa total pendaftar dalam pemilihan Dubas Jabar 2019 sebanyak 411 peserta yang berasal dari 26 Kota/kabupaten di Jawa Barat. Selanjutnya, dilakukan seleksi yang sangat ketat dalam tiga tahap. Di tahap I, peserta diseleksi berkas kelengkapan administrasi dan penulisan esai tentang kebahasaan untuk dipilih 150 peserta terbaik yang lolos masuk ke Seleksi Tahap II. Kemudian, ke-150 peserta ikut dalam seleksi tahap II dengan mengikuti tahapan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Uji Kemahiran Berbahasa Asing (UKBA), menulis esai tiga bahasa (Indonesia, daerah, asing), dan wawancara untuk menentukan empat puluh orang finalis yang masuk ke babak final.

Setelah lolos ke babak final, selama dua hari, para peserta diberikan pembekalan berbagai pengetahuan tentang Internasionalisasi Bahasa Indonesia, Kebijakan Bahasa, Pengetahuan Kebahasaan,  Persepsi Pemelajar BIPA terhadap Bahasa Indonesia, dan Wicara Publik. Pembekalan tersebut perlu diberikan kepada para finalis sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mereka sebagai calon duta bahasa.

Duta Bahasa Jawa Barat 2019 berfoto bersama ketua Panitia Pemilihan Dubas Jabar 2019, Ade Mulyanah (tengah).

Tahapan seleksi berikutnya seluruh finalis membuat rancangan kegiatan yang mereka usulkan sebagai Duta Bahasa dan mempresentasikannya di hadapan tujuh orang juri. Krida atau kegiatan yang mereka usulkan dinilai dari beberapa aspek seperti aspek kebahasaan, substansi kegiatan, serta wicara publik saat mempresentasikannya.

Seluruh finalis juga menunjukan bakat mereka di Saung Angklung Udjo dalam tahapan seleksi “Malam Bakat”. Berbagai bakat ditunjukkan para finalis dalam tahap seleksi malam bakat, di antaranya menari, menyanyi, membaca puisi, bermain musik, berpencak silat, dan bermonolog. Setelah “Malam Bakat”, peserta mengikuti seleksi terakhir, yaitu babak final untuk menentukan pemenangnya.

Ade Mulyanah mengatakan bahwa tahapan seleksi dalam penilihan Dubas Jabar 2019 berlangsung cukup panjang dan sangat ketat karena tahun ini Jawa Barat ingin mengulang prestasi gemilang seperti tahun lalu di ajang pemilihan duta bahasa tingkat nasional. “Tahun 2018 lalu, Duta Bahasa Jawa Barat meraih Juara pertama di pentas pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional. Jadi, tahun ini kami memiliki target untuk mempertahankan prestasi itu”, kata Ade.  (DS).