Balai Bahasa Jabar Kembali Menggelar Seminar Bahasa & Sastra

Balai Bahasa Jabar Kembali Menggelar Seminar Bahasa & Sastra

Bahasa, sastra, budaya, dan pengajarannnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan literasi karena di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur, kecerdasan, dan kearifan yang tinggi. Untuk menggali lebih dalam nilai-nilai luhur, kecerdasan, dan kearifan tersebut, perlu dibuka sebuah forum yang serius mendiskusikan  bahasa, sastra, budaya, dan pengajarannya bagi pembinaan dan pengembangan literasi. Untuk itu, Balai Bahasa Jabar akan menggelar Seminar Nasional Bahasa dan Sastra (Sembasa) Tiga Kementerian. Balai Bahasa Jabar mengundang pegiat, peneliti, pengajar, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk berbagi dalam seminar nasional tersebut.

 Abad XXI menuntut penguasaan terhadap enam kemampuan literasi dasar, yakni baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital, serta budaya dan kewargaan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan berbagai upaya agar Indonesia dapat meningkatkan posisinya di mata dunia. Oleh karena itu sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat kita perlu terus menggalakkan berbagai aktivitas pengembangan literasi demi masa depan bangsa dan agar bangsa kita dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya. Selanjutnya kita dapat  melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, bijak terampil, cendekia, berbudi pekerti luhur, berderajat mulia, berpendidikan tinggi, dan taat kepada Tuhan yang Maha Esa.

Sembasa 2019 yang bertema “Penelitian Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya sebagai Upaya Pembinaan dan Pengembangan Literasi” akan dilaksanakan 21—22 November 2019, di Hotel Fox Harris, Jalan Jawa Nomor 3 Bandung. Seminar ini melibatkan tiga kementerian sebagai pemakalah/peserta, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Agama.

Beberapa subtema yang dapat dijadikan acuan dalam penulisan makalah yaitu 1. “Bahasa Indonesia dan daerah dalam pembinaan dan pengembangan litarasi”. 2. “Karya sastra dalam pembinaan dan pengembangan literasi”. 3. “Peran bahasa dan sastra dalam membina dan mengembangkan literasi sekolah”. 4. “Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam membina dan mengembangkan literasi.”

Tujuan dilaksanakan Sembasa 2019 adalah 1. Membina dan mengembangkan literasi melalui penelitian bahasa, sastra, budaya, dan pengajarannya. 2. Mengali nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam membina dan mengembangkan literasi. 3. memberi Kontribusi bahasa dan sastra dalam membina dan mengembangkan literasi. 4. Meningkatkan mutu penelitian bahasa, sastra, budaya, dan pengajarannya

Dalam Sembasa 2019 nanti akan ditampilkan empat pemakalah utama: 1) Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum. (Bidang Bahasa), 2) Dr. Ma’mur Saa’die, M.Pd. (Bidang Sastra). 3) Dr. Sumiyadi, M.Pd. (Bidang Budaya). 4) Dr. Yeti Mulyati, M.Pd. (Bidang Pengajaran Bahasa). Sementara itu, para penelaah yang akan menjadi pengkaji dalam seminar adalah 1) Jatnika, M.Hum. (Bidang Bahasa). 2) Rosita Rahma, M.Pd. (Bidang Pengajaran Bahasa). 3)  Yostiani, M.Hum. (Bidang Budaya). 4) Rudi Adi Nugroho, M.Pd. (Bidang Sastra).

Beberapa hal penting yang perlu diketahui dalam pelaksanaan Sembasa 2019 ini yaitu masa pendaftaran dan penerimaan makalah (1—31 Oktober 2019) dan pengumuman makalah yang lolos (29 Oktober 2019). Makalah harus ditulis lengkap (5—7 halaman) dengan huruf Times News Roman, ukuran huruf 2, spasi 1 dan kertas A4. Abstrak maksimal 200 kata. Sistematika penulisan makalah terdiri atas Judul (nama penulis ada di bawah judul dan afiliasi), Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Pembahasan, Simpulan, dan Daftar Pustaka. Makalah harus dilengkapi biodata serta nama dan asal lembaga. Abstrak dan makalah dikirim ke alamat posel: seminartigakementerian2019@gmail.com. Untuk menjadi pemakalah dalam Sembasa 2019 tidak dipungut biaya pendaftaran. Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan Sembasa 2019, silakan Saudara dapat menghubungi  Lailatul Munawaroh (082116999895) dan Yusup Irawan (0895345725313). (DS).

Related posts