Metode Pembelajaran Literasi Harus Sesuai Perkembangan Zaman

Metode pembelajaran literasi harus diubah dan disesuaikan dengan ciri abad XXI dan perkembangan zaman agar bangsa kita tidak terus tertinggal. Hal itu disampaikan Kepala Balai Bahasa Jabar, Umar Solikhan, M.Hum. dalam Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) di Kota Cianjur. Menurut Umar, budaya anak-anak muda kita masih membaca secara instan, belum secara serius. Dampaknya, mereka cepat dalam memperoleh informasi, tetapi masih kurang dalam pendalaman dan pemahaman informasi dalam bacaan. “Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat kaum milenial terhadap budaya literasi yang masih rendah” kata Umar.

Pada kesempatan tersebut, Umar Solikhan kembali menegaskan bahwa generasi muda kita nanti harus mempunyai kecakapan abad ke-21, yaitu antara lain memiliki literasi yang bagus, karakter yang kuat, dan kompetensi tinggi. Dengan tiga kecakapan tersebut, diharapkan generasi muda Indonesia  nanti mampu mengisi Indonesia Emas tahun 2045. Umar juga mengatakan bahwa Era perkembangan zaman menuju abad XXI yang bercirikan kemajuan teknologi komunikasi telah membawa dampak perubahan terhadap segala aktivitas kehidupan, termasuk dalam hal pembelajaran generasi muda.

Kepala Balai Bahasa Jabar menyampaikan Kebijakan Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud.

Kabupaten Cianjur menjadi kota berikutnya yang dijadikan Balai Bahasa Jabar dalam menggelar Diseminasi GLN. setelah Kota Cimahi, Cirebon, Garut, dan Tasikmalaya, Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 21 Oktober 2019 tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Moch. Asep Saepurrohman, M.Pd. dan dilaksanakan di Hotel Sangga Buana,  Jalan Raya Cipanas Nomor 4–6, Cianjur. Dalam Diseminasi GLN 2019 yang dilaksanakan di Cianjur, Balai Bahasa Jabar mengundang 200 guru tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Cianjur untuk menjadi peserta. Dalam Diseminasi GLN tersebut, para guru diberikan metode khusus untuk menumbuhkan minat baca-tulis di kalangan pelajar milenial di tengah perkembangan literasi digital dengan arus informasi yang cepat di media sosial.

Kegiatan Diseminasi GLN merupakan upaya untuk menggiatkan GLN sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Sama seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, dalam Diseminasi GLN di Kabupaten Cianjur dihadirkan tiga pembicara, yaitu Drs. Umar Solikhan, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Jabar), Nandang R. Pamungkas, M.Pd. (Penyuluh Balai Bahasa Jabar), dan Erni Wardhani, M.Pd. (Fasilitator Literasi Jabar). Kegiatan Diseminasi GLN di Kabupaten Cianjur dengan tema “Meningkatkan Literasi Baca-Tulis Berbasis Kearifan Lokal Jawa Barat” dilaksanakan dengan pola 8 jam. Materi yang disampaikan kepada peserta, yaitu “Kebijakan Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud” (Umar Solikhan), “Proses Kreatif: Menulis Cerpen” (Erni Wardhani),  dan “Proses Kreatif: Menulis Prosa Nonfiksi”.

Para guru SD dan SMP peserta Diseminasi GLN di Cianjur.

Yuyun, Panitia Kegiatan, mengatakan bahwa pelaku GLN jangan hanya didominasi oleh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi harus digiatkan pula oleh para pemangku kepentingan, seperti pegiat literasi, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan kementerian atau lembaga lain. “Diseminasi GLN di Kabupaten Cianjur ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat di Kabupaten Cianjur dengan mengangkat kearifan lokal Jawa Barat dalam rangka pemantapan karakter bangsa” ujar Yuyun. (DS).