Siswa Harus Mampu Merumuskan Masalah dan Berpikir Analitis

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Subang, Drs. H. Dedi Supriadi, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Diseminasi Gerakan Literasi Nasional 2019 Di Kabupaten Subang, pada Senin, 28 Oktober 2019. Subang merupakan kota terakhir dalam kegiatan Diseminasi GLN yang dilaksanakan Balai Bahasa Jabar pada tahun 2019. Sebelumnya, Balai Bahasa Jabar sudah melaksanakan kegiatan Diseminasi GLN di Kota Cimahi, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta.

Dalam kegiatan Diseminasi GLN di Kabupaten Subang yang berlangsung di Hotel Puspa Sari,  Jalan Raya Ciater ini, Balai Bahasa Jabar mengundang dua ratus peserta yang berasal dari guru SMP dan anggota komunitas literasi di Kabupaten Subang. Kegiatan Diseminasi GLN merupakan upaya untuk menggiatkan GLN sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Diseminasi GLN di Kabupaten Subang yang mengangkat tema “Meningkatkan Literasi Baca Tulis Berbasis Kearifan Lokal Jawa Barat” tersebut, menghadirkan tiga orang pembicara. Mereka adalah Drs. Umar Solikhan, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Jawa Bara), Cucu Laelasari, S.Pd. (Fasilitator Literasi Jawa Barat), dan Sariah, M.Pd. (Fasilitator Literasi Balai Bahasa Jabar). Sementara itu, materi yang disampaikan oleh para pembicara adalah “Kebijakan GLN” (Umar Solikhan), “Menangkap Ide dan Menulis Kreatif” ( Cucu Laelasari), dan “Mengonkersi Teks” (Sariah).

Umar Solikhan ketika menyampaikan materi “Kebijakan GLN Kemdikbud” kepada para peserta Diseminasi GLN di Kabupaten Subang.

Kepala Balai Bahasa Jabar, Umar Solikhan, kembali menegaskan bahwa generasi muda Indonesia ke depan harus mempunyai kecakapan abad ke-21, yaitu antara lain memiliki kecakapan literasi yang bagus. Dengan adanya kecakapan tersebut, diharapkan generasi muda Indonesia nanti mampu mengisi Indonesia Emas tahun 2045. “Mulai sekarang peserta didik harus diarahkan untuk mampu merumuskan masalah, tidak hanya menjawab masalah. Peserta didik juga diarahkan untuk dapat berpikir analitis, tidak mekanistik atau yang sifatnya rutinitas” kata Umar.

 Umar menambahkan bahwa literasi baca-tulis merupakan literasi dasar yang paling utama. Sayangnya, menurut data statistik Unesco tahun 2012, dari seribu orang Indonesia, hanya satu orang yang memiliki minat baca serius. “Diseminasi GLN 2019 ini dilaksanakan Balai Bahasa Jabar untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia” kata Umar.

Fasilitator Literasi Jawa Barat, Cucu Laelasari, memberikan materi “Menangkap Ide dan Menulis Kreatif”.

Sementara itu, Cucu Laelasari, Fasilitator Literasi di Kabupaten Subang, berharap agar para peserta jangan bersifat pasif dalam kegiatan menulis, tetapi harus aktif dalam mencari kreasi dan ide untuk sebuah tulisan. Menurut Cucu, penulis itu ibarat seorang nelayan. Nelayan kalau hanya menunggu ikan datang, tentu hasilnya akan seadanya. Begitu juga dengan penulis. “Penulis harus aktif menjemput ide, jangan hanya menunggu ide itu datang. Ide dapat diperoleh dari kegiatan jalan-jalan, bertemu tokoh masyarakat, atau berkumpul dengan teman sekomunitas” kata Cucu yang juga menjabat Kepala Sekolah di SMPN 1 Pagaden Barat, Kabupaten Subang.

 Cucu Suminar, Panitia Kegiatan, mengatakan bahwa para guru dan pegiat literasi di Kabupaten Subang  sangat antusias mengikuti kegiatan Diseminasi GLN yang dilaksanakan dengan pola 8 jam ini karena kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Subang. “Kegiatan yang sudah beberapa kali dilaksanakan di Kabupaten Subang misalnya sejenis penyuluhan bahasa Indonesia” kata Cucu.

Sariah, Fasilitator Literasi Balai Bahasa Jabar, ketika menyampaikan materi “Mengonversi Teks” kepada para peserta Diseminasi GLN.

Kegiatan Diseminasi GLN di Kabupaten Subang bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat di Kabupaten Subang dengan mengangkat kearifan lokal Jawa Barat dalam rangka pemantapan karakter bangsa. (DS).