web analytics

Sajak 10 November di Indonesia: Sajak Moh. Syarif Hidayat

0 Comments

Sajak 10 November di Indonesia

Dari Yamato semuanya bermula
Ketika kemerdekaan yang diproklamasikan belum diakui
Dan mereka memancing amarah republik ini
Membangkitkan semangat perjuangan untuk mempertahankan
Kedaulatan negeri

Jangan pikir kami tidak punya nyali
Tak peduli senjatamu semodern apa
Kami masih punya senjata yang lebih kuat daripada besi
Lebih berdaya daripada serangan udara
Enyahlah kalian dari tanah kami

Kuku-kuku besi yang kalian tanamkan
Telah melukai tubuh kami
Kolonialisme hanya menyengsarakan
Rakyat tak tersejahterakan
Sudah saatnya kami mengurus negeri
Dengan tangan kami sendiri

Kalian pergi saja, tak ada gunanya merebut kembali
Negeri yang menyadari bahwa lebih baik berkalang tanah
Daripada menyerahkan nasib kepada para penjajah.

Maka lihatlah kami berjuang
Membela negeri yang dicita-citakan
Merdeka atau mati menjadi slogan
Pekik kemerdekaan berkumandang tak berkesudahan
Mengobarkan semangat untuk berjuang
Sampai titik darah penghabisan.

Catatlah dalam ingatanmu wahai para penerus perjuangan
Darah kami tumpah untuk kalian
Kami wariskan negeri agar kalian pertahankan
Bangun dan jadikan negeri idaman
Agar mati kami tidak sia-sia
Agar perjuangan kami memang bermakna.

Sepuluh November di Surabaya hanyalah angka
Sepuluh November selanjutnya hanyalah peringatan belaka
Yang kami inginkan bukanlah kalian bersuka ria
Melainkan hayati pengorbanan yang kami lakukan
Berjuanglah sebagaimana kami berjuang
Bersatulah sebagaimana kami dipersatukan
Bergeraklah sebagaimana kami digerakkan
Dalam satu komando yang dihormati, dalam satu visi yang sama-sama diyakini
Merdeka atau mati!
Berjuang tanpa henti!
Pekikkan semangatmu tanpa henti: Hidup Indonesia! Hidup Indonesia!
Jayalah negeriku! Jayalah bangsaku!
Doa kami menyertaimu.

Indonesia, tanah yang suci
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri
M’njaga ibu sejati

Indonesia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
Indonesia abadi

S’lamatlah rakyatnya
S’lamatlah putranya
Pulaunya, Lautnya, Semuanya
Majulah negrinya
Majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya