Tahun 2016, Seluruh Jurnal Terakreditasi harus Daring

METALINGUAMETASASTRA

Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk sangat banyak, ternyata jumlah publikasi ilmiah negara kita masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga yang notabene penduduknya lebih sedikit seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia. Fakta tersebut terungkap dalam “Workshop Pengelolaan Jurnal Secara Elektronik Menuju Indeksasi Internasional” yang diselenggarakan oleh Pusbindiklat Peneliti-LIPI bekerja sama dengan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan di Jakarta, 3 Desember 2015.

Indonesia kalah dibandingkan negara tetangga karena publikasi ilmiah kita sebagian besar masih dikelola secara format cetak sehingga banyak yang tidak terindeks atau terdata dalam pusat data elektronik literatur ilmiah. Sampai dengan bulan Juni 2015, hanya 20 jurnal ilmiah dari Indonesia yang terindeks di Scopus. Selain itu, penyebaran dan dampak ilmiah jurnal versi cetak tentu sangat terbatas karena penyebaran berbasis oplah dan tiras. Hal itu berbeda dengan jurnal format elektronik yang sangat memungkinkan tersebar secara sangat luas karena penyebarannya berbasis akses. Untuk itu, mulai 1 April 2016 LIPI mewajibkan jurnal ilmiah terakredidasi nasional untuk dikelola secara elektronik.

Berdasarkan hal tersebut, Metalingua dan Metasastra sebagai jurnal ilmiah terakreditasi yang dimiliki oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, mulai edisi Juni 2016 akan dikelola secara elektronik. Dengan adanya sistem elektronik ini, memungkinkan semua proses pengelolaan karya ilmiah seperti pengiriman, penyuntingan, penelaahan, dan penerbitan naskah dilaksanakan lebih cepat jika dibandingkan dengan format cetak. Disamping itu, dengan sistem elektronik ini juga akan meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas yang berdampak pada percepatan proses pengindeksan dan meningkatkan dampak ilmiah. Dengan adanya perubahan kebijakan ini, redaksi mengharapkan adanya partisipasi dari penulis jurnal untuk segera mempelajari tatacara pengiriman naskah melalui jurnal daring ini. Selain tatacara pengiriman, penulis juga diharapkan mempelajari proses yang harus diikuti dalam jurnal daring ini. Untuk itu, redaksi menyarankan penulis yang akan mengirimkan tulisannya ke Metasastra maupun Metalingua untuk mempelajari Open Jurnal System (OJS) yang menjadi platform jurnal daring ini dari berbagai sumber.

Adapun alamat yang dapat diakses oleh penulis untuk ikut serta memasukkan tulisannya ke dalam Metasastra dan Metalingua adalah sebagai berikut.

http://www.metasastra.balaibahasajabar.org

http://www.metalingua.balaibahasajabar.org

Silakan pahami dan pelajari kedua jurnal daring tersebut dengan saksama agar dapat berjalan dengan semestinya. (Din)