web analytics

Actors Unlimited (AUL)

Actors Unlimited (AUL)

http://www.kelola.or.id/database/theatre/listActors Unlimited (AUL) adalah organisasi nirlaba (nonprofit) berbentuk perkumpulan atau grup (seni) teater yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 28 Agustus 1999, di Joglo Bandung Toko YOU, di jalan Hassanudidin Nomor 12 Bandung. AUL didirikan oleh Mohamad Sunjaya, Wawan Sofwan, IGN. Arya Sanjaya, Diana G. Leksanawati, Fathul A. Husein, dan Sonny Soeng.

AUL bergerak di bidang seni budaya, khususnya seni teater dan seni peran (seni drama). Visi dan filosofi AUL adalah ingin menegakkan prinsip-prinsip korporasi, manajemen, dan kinerja profesionalisme seni budaya dalam pengertian seluas-luasnya sehingga menunjang dan mendukung secara langsung penciptaan produksi-produksi seni, khususnya seni pertunjukkan teater yang berbobot dan berkualitas serta berinterelasi langsung dengan nilai penting penciptaan (kreativitas) dan refleksi nilai-nilai humanis universal, baik bagi para pelaku seninya maupun bagi masyarakatnya.

Sesuai dengan namanya, misi utama AUL adalah kesadaran bersama untuk mengemban pengabdiaan seni budaya dengan menepikan batas-batas atau sekat-sekat geografis, negara, agama, budaya, ideologi, politik, ras, kesukuan, dan lain sebagainya. Titik berat misi ini terletak pada upaya untuk membangun interrelasi positif yang saling menguntungkan antar berbagai jenis ekspresi seni budaya dengan seluruh dimensi kehidupan manusia dan semesta, segala sesuatu dan semua pihak yang memungkinkan terciptanya sinerji dan semangat kerja kreatif yang idealistis, professional, menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka mekanisme kerja kooperatif, bukan kooptatif, saling menghargai, serta saling menghormati yang telah sepatutnya untuk diraih dan dirangkul oleh organisasi.

AUL pernah beberapa kali mementaskan pertunjukan drama, dramatik reading, pergelaran drama, konser vokal dan harpa, serta pergelaran opera.

Naskah drama yang pernah dipentaskan:

  • “Art” karya Yasmina Reza (Prancis) terjemahan Saraswati Wardhany, Sutradara Wawan Sofwan, pimpinan artistik Sunaryo, kerja sama dengan STB, Selasar Sunaryo Art Space dan Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung, LIP Yogyakarta, CCCL Surabaya, Taman Budaya Jawa Barat, Bandung, Savoy Homan Hotel tanggal pada tanggal 23 dan 26 Mei 1999, di Amphi Theater Selasar Sunaryo Art Space, Bandung 29 Mei 1999, di Rumah Keluarga Herry Herman (anggota Alumni Prancis), Bandung pada 2 Juli 1999. Teater Utan Kayu Jakarta, 8 dan 9 Agustus 1999. Auditorium Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung, 21 Oktober 1999. Bentara Budaya Jakarta pada 22 dan 23 November 1999. Lembaga Indonesia-Prancis (LIP) Yogyakarta, 26 November 1999. Auditorium Universitas Kristen PETRA, Surabaya, 29 November 1999.
  • “Anarkis Itu Mati Kebetulan” (Accidental Death of An Anarchist) karya Dario Fo (Italia) terjemahan Antonia Soriente dan Prasetyohadi, sutradara Yayat Hendayana, pimpinan artistik Diyanto, kerja sama dengan Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung dan Institut Kebudayaan Italia Jakarta. Auditorium Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung,  pada 24 dan 25 Februari 2000.
  • “Senja Dengan Dua Kematian” karya Kirjomulyo (Indonesia), sutradara Fathul A. Husein, pimpinan Artistik Otong Durahim, kerja sama dengan CCF Bandung, Auditorium Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung, pada 3 dan 4 Juni 2000 (pertunjukkan petang untuk pelajar SMU), serta pada 5 dan 6 Juni 2000 (malam untuk umum).
  • “Suara-Suara Mati” (Death Voices) karya Manuel Van Loggem (Belanda) terjemahan Soenarto Timoer, sutradara Fathul A. Husein, pimpinan Artistik Diyanto, kerja sama dengan majalah mingguan Tempo, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda/Erasmush Huis dan pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung, Auditorium Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung pada 20 dan 21 Maret 2001.
  • “Antigone” karya Jean Anouilh (Prancis) terjemahan Yudiaryani, sutradara Fathul A. Husein, pimpinan Artistik Diyanto, hasil silaturahmi dengan Bentara Budaya Jakarta, majalah mingguan Tempo, HU Koran Tempo, hotel Santika Jakarta dan pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2002, 26, 27, dan 28 September 2002.
  • “Musuh Masyarakat” (An Enemy of the people) karya Henrik Ibsen (Norwegia) terjemahan Asrul Sani, sutradara Fathul A. Husein, pimpinan Artistik Diyanto, Gedung Kesenian Jakarta pada festival Schouburg III pada 9 dan 10 September 2003, dan di Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung pada 17, 18, dan 19 September 2003.
  • “Jenar” karya Saini K.M. (Indonesia), sutradara Fathul A. Husein, pimpinan artistik Wawan S. Kodrat di gedung kesenian Dewi Asri STSI Bandung pada tanggal 25, 26, 27, 28 Agustus 2005
  • “Pembunuhan di Katedral” (Murder in the cathedral) karya T.S. Elliot (Inggris) sutradara Fathul A. Husein, pimpinan Artistik Wawn S. Kodrat, Gedung Serbaguna Universitas Katholik Parahyangan (UNPAR) pada 25 Maret 2006
  • “Keadilan” (Les Justes) karya Albert Camus (Prancis) terjemahan Ahmad Asnawi, sutradara Fathul A. Husein, pimpinan \artistik Wawan S. Kodrat, Gedung Kesenian Hoerijah Adam STSI Padang Panjang, pada 17 Mei 2006
  • A Life in The Theater” karya David Mamet (Amerika Serikat) terjemahan Widiawati, produksi Mainteater dan AUL sebagai persembahan 8 tahun AUL dan 70 tahun Mohamad Sunjaya, sutradara Wawan Sofwan, pimpinan artistik Sari Asih, auditorium Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung pada 7 dan 8 September 2007, gedung A. Yani Jl. Gatot Subroto No. 1 Magelang 18 Desember 2007.
  • “Dalam Bayangan Tuhan” atau “Interogasi I” karya Arifin C. Noor (Indonesia), produksi Satu Abad Kebangkitan Indonesia Universitas Katolik Parahyanagn dan Jurusan Teater STSI Bandung, Sutradara Fathul A. Husein, pimpinan Artistik Diyanto, GSG UNPAR Bandung pada 5 dan 6 Mei 2008, teater Utan Kayu (TUK) Jakarta pada 27 dan 28 Juni 2008.
  • “Tarian Terakhir” karya Herry Dim, produksi AUL dan Studio Pohaci, sutradara Fathul A. Husein, pimpinan artistik Diyanto, Bentara Budaya Jakarta 25 Juni 2009, Graha Sanusi Harjadinata Unpad pada 28 Juni 2009.
  • “Ibu Pemberani dan Anak-Anaknya yang Mati” saduran dan tafsir bebas Mother Courage and Her Children karya Bertolt Brecht (Jerman) dalam rangka The First Invitation to the Theatre di Jurusan Teater STSI Bandung, persembahan 10 tahun AUL dan 72 tahun Mohamad Sunjaya, sutradara Fathul A. Husein, pimpinan artistik Diyanto di gedung kesenian Sunan Ambu STSI Bandung pada 30 September 2009.

Dramatik reading yang pernah dipentaskan yaitu: “Faust”  dan “Lalayang Salaka Domas”. Pagelaran cuplikan babak I opera atau pagelaran opera yang pernah dipentasakan yaitu, “Faust”, “La Boheme”, dan “Cavalleria Rusticana”.  Selain itu AUL juga pernah menampilkan pergelaran teater rupa yang berjudul “Pangeran Sunten Jaya” dan konser vokal dan harpa karya komponis dunia.

 

Sumber: Ensiklopedia Sastra di Jawa Barat terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat

Related posts