Sosialisasi dan UKBI di Kabupaten Tasikmalaya

Setelah di Kabupaten Karawang, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)  kembali disosialisasikan kepada masyarakat Jawa Barat. Sosialisasi ini masih perlu dilakukan karena hingga kini belum semua masyarakat mengetahui dan mengenal alat uji standar pengukur kemahiran berbahasa Indonesia ini. Tidak dapat dimungkiri, hingga kini UKBI masih kalah tenar dibandingkan dengan TOEFL.

Sosialisasi yang dilaksanakan 17 dan 18 Maret 2016 ini dilaksanakan di Hotel Crown Tasikmalaya. Kegiatan diikuti oleh sekitar 80 orang  Guru Bahasa Indonesia MTs dan MA Kemenag Kabupaten Tasikmalaya.

Penyerahan cendera mata dari Balai Bahasa Jawa Barat kepada Kemenag Kota Tasik dalam kegiatan Sosialisasi dan UKBI untuk Guru MTs dan MA Kemenag Kabupaten Tasikmalaya
Penyerahan cendera mata dari Balai Bahasa Jawa Barat kepada Kemenag Kota Tasik dalam kegiatan Sosialisasi dan UKBI untuk Guru MTs dan MA Kemenag Kabupaten Tasikmalaya

Asep Rahmat Hidayat, M.Hum, Ketua Pelaksana kegiatan, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan UKBI sebagai sarana standar resmi pengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. “Seperti diketahui UKBI sudah mulai ada sejak tahun 2003, melalui SK Mendiknas Nomor 152/U/2003, tetapi hingga kini belum semua lapisan masyarakat, khususnya para guru mengenal alat ini” kata Asep.

Asep menambahkan bahwa setelah para guru diperkenalkan dengan UKBI, mereka juga langsung mengikuti tesnya sehingga selain para guru dapat mengenal lebih dalam lagi tentang UKBI, mereka juga dapat mengetahui nilai kemahiran berbahasa Indonesianya. “Masyarakat yang ingin menguji kemahiran berbahasa Indonesia dapat langsung menghubungi Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung” tambah Asep.