Penyuluhan Bahasa Indonesia di Garut dan Tasikmalaya

Setelah Kota Cimahi, Balai Bahasa Jawa Barat kembali mengadakan penyuluhan kepada guru bahasa Indonesia yang ada di Provinsi Jawa Barat. Kali ini, penyuluhan dilaksanakan di Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya. Di Kabupaten Garut, sebanyak empat puluh orang guru dari MTs dan MA di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) diundang untuk menjadi pesuluh. Kegiatan yang dilaksanakan 10—11 Maret 2016 tersebut berlangsung di Hotel Bintang Redante Garut. Sementara itu, penyuluhan di Kota Tasikmalaya berlangsung 14—15 Maret 2016 di Hotel Crown. Penyuluhan ini diikuti oleh 40 guru bahasa Indonesia MI, MTs, dan MA di lingkungan Kemenag Kota Tasikmalaya.

Materi yang diberikan dalam kedua penyuluhan dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan Kebahasaan untuk Menunjang Profesionalitas Guru” tersebut masih seputar Kebijakan Bahasa, Bentuk dan Piliha Kata, Ejaan, dan Kalimat Efektif.

Penyuluh dalam kegiatan di Kabupaten Garut adalah Drs. Abdul Khak, M.Hum, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, dan Sariah, M.Hum., seorang staf teknis di Balai Bahasa Jawa Barat.  Sementara penyuluh di Kota Tasikmalaya adalah Asep Rahmat, M.Hum. dan Sariah, M.Hum.

Peserta Penyuluhan di Kota Tasikmalaya
Peserta Penyuluhan di Kota Tasikmalaya

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dengan pola 16 jam ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kebahasaan guru, meningkatkan pemahaman dan kaidah pemakaian bahasa Indonesia, meningkatkan kompetensi guru bidang Bahasa Indonesia, dan menumbuhkan sikaf positif guru terhadap Bahasa Indonesia dalam rangka pemantapan karakter bangsa.

Ketua panitia kegiatan di Kabupaten Garut, Effie Sofia, dalam keterangannya mengatakan bahwa para guru bahasa Indonesia di lingkungan Depag se-Kabupaten Garut memiliki respons yang sangat baik terhadap kegiatan penyuluhan. Mereka berharap kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia kepada guru bahasa Indonesia ke setiap daerah perlu terus dilakukan dan berkelanjutan. “Kegiatan seperti ini sangat membantu menunjang tugas keseharian mereka di sekolah” kata Effie. Sementara itu, Asep Miftahuddin, S.Si., M.A.B., ketua panitia kegiatan di Kota Tasikmalaya, mengatakan bahwa dari kegiatan ini mereka memperoleh informasi dan pengetahuan kebahasaan terbaru.