Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)

===

Bahasa Indonesia sebagai bahasa modern yang multifungsi dan memiliki jumlah penutur yang besar, saat ini telah memiliki sarana evaluasi mutu penggunaan bahasa. Perlu diketahui bahwa sebuah bahasa dapat dikatakan modern jika memiliki tiga hal: tatabahasa, kamus, dan alat uji. Bahasa Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai bahasa modern karena telah memiliki ketiga hal tadi.

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) adalah sarana uji untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia lisan dan tulis yang dikembangkan oleh Badan Bahasa. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia. UKBI merupakan tes berbahasa Indonesia yang berstandar nasional dan berpeluang internasional.

Materi UKBI dikemas dalam tiga jenis soal: faktual, konseptual, dan prosedural. Konteksnya mencakupi seluruh wacana (baik lisan maupun tulisan) yang dapat memperlihatkan tingkat kemampuan seseorang: kesintasan/survive, sosial-kemasyarakatan, vokasional/keprofesian, dan akademik. Soal-soal faktual menuntut jawaban-jawaban yang beracuan konkret (eksplisit), berupa ingatan/pahaman, dan tidak memerlukan analisis. Soal konseptual menuntut jawaban-jawaban yang beracuan semi abstrak (implisit atau semiimplisit), berupa penerapan, dan memerlukan analisis. Soal prosedural menuntut jawaban-jawaban yang beracuan abstrak (implisit), memerlukan evaluasi, dan memerlukan analisis yang kompleks.

Berdasarkan bentuk, jenis, dan kandungan materi seperti itu, UKBI diharapkan benar-benar mampu mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia seseorang, sesuai dengan skor/peringkatnya.

  1. Istimewa (725–800)

 Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji a) memiliki kemahiran yang sempurna dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; b) tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi untuk keperluan personal, sosial, keprofesian, dan keilmiahan.

  1. Sangat Unggul (641—724)

Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji a) memiliki kemahiran yang sangat tinggi dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; b) tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi untuk keperluan sintas, sosial, dan keprofesian; c) masih memiliki kendala untuk kepentingan akademik yang kompleks.

 III. Unggul (578—640)

 Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji a) memiliki kemahiran yang tinggi dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; b) tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi untuk keperluan sintas dan sosial; c) tidak terkendala dalam berkomunikasi untuk keperluan keprofesian, baik keprofesian yang sederhana maupun kompleks.

  1. Madya (482—577)

 Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji a) memiliki kemahiran yang memadai dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; b) mampu berkomunikasi untuk keperluan sintas dan kemasyarakatan dengan baik, tetapi masih mengalami kendala dalam hal keprofesian yang kompleks.

  1. Semenjana (405—481)

 Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji a) memiliki kemahiran yang cukup memadai dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; b) untuk keperluan keprofesian dan kemasyarakatan yang kompleks, masih mengalami kendala, tetapi tidak terkendala untuk keperluan keprofesian dan kemasyarakatan yang tidak kompleks.

  1. Marginal (326—404)

 Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji a) memiliki kemahiran yang tidak memadai dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; b) tidak mengalami kendala dalam berkomunikasi untuk keperluan kemasyarakatan.

VII.  Terbatas (251—325)

Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji a) memiliki kemahiran yang sangat tidak memadai dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis; b) peserta uji hanya mampu berkomunikasi untuk keperluan sintas; c) pada saat yang sama, predikat ini juga menggambarkan potensi yang bersangkutan dalam berkomunikasi masih sangat besar kemungkinannya untuk ditingkatkan.

 Peserta tes yang telah menyelesaikan UKBI akan mendapatkan sertifikat. Di dalam sertifikat ini tertera Predikat dan Skor UKBI yang dicapainya.

Balai Bahasa Jawa Barat ditetapkan oleh Badan Bahasa sebagai Tempat UJI Kemahitan Berbahasa Indonesia (TUKBI) di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Berikut jadwal pengujian UKBI di Balai Bahasa Jawa Barat Tahun 2017.

Hari, Tanggal Hari, Tanggal
Selasa, 7 Februari 2017 Selasa, 21 Februari 2017
Selasa, 7 Maret 2017 2017 Selasa, 21 Maret 2017
Selasa, 11 April 2017 Selasa, 25 April 2017
Selasa, 9 Mei 2017 Selasa, 23 Mei 2017
Selasa, 6 Juni 2017 Selasa, 20 Juni 2017
Selasa, 11 Juli 2017 Selasa, 25 Juli 2017
Selasa, 8 Agustus 2017 Selasa, 22 Agustus 2017
Selasa, 12 September 2017 Selasa, 26 September 2017
Selasa, 10 Oktober 2017 Selasa, 24 Oktober 2017
Selasa, 7 November 2017 Selasa, 21 November 2017
Selasa, 5 Desember 2017 Selasa, 19 Desember 2017

Pelaksanaan UKBI mulai pukul 09.30 WIB. Cara pendaftaran peserta UKBI selengkapnya dapat Anda lihat pada menu “Tata Cara Mengikuti UKBI“.

Alur Pendaftaran UKBI
Alur Pengujian UKBIAlur Pengujian UKBI

Kembali ke awal halaman.