Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)

LATAR BELAKANG
Kegiatan pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Balai Bahasa Jawa Barat sudah dirintis sejak tahun 2000-an. Pada tahun 2006 telah dibentuk tim khusus yang menangani kegiatan BIPA. Penyelenggaraan kegiatan pengajaran BIPA dilandasi oleh pertimbangan bahwa di dalam era global, posisi bahasa Indonesia di dalam percaturan dunia internasional semakin penting dan potensial. Potensi bahasa Indonesia itu didukung oleh posisi geografis Indonesia yang terletak dalam lintas laut yang sangat strategis, sumber daya alam yang potensial, dan keragaman budaya Indonesia yang unik. Dengan demikian, bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan bagi bangsa lain untuk meningkatkan pemahamannya terhadap bangsa dan budaya Indonesia. Kenyataan itu telah menyebabkan banyak orang asing yang tertarik dan berminat untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai sarana untuk mencapai berbagai tujuan, seperti politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, seni-budaya, dan wisata.

PENGERTIAN BIPA
BIPA adalah bentuk singkat dari bahasa Indonesia untuk penutur asing. Sejalan dengan itu, pengajaran BIPA berarti pengajaran bahasa Indonesia yang dilakukan terhadap para penutur asing. Istilah penutur asing yang dimaksud dalam hal ini adalah penutur bahasa selain bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Melayu. Misalnya, penutur bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Arab dapat disebut sebagai penutur asing.

FUNGSI BIPA

Bahasa Indonesia merupakan materi utama yang diajarkan di dalam kursus-kursus BIPA ataupun di sekolah-sekolah yang siswanya terdiri atas orang-orang asing. Dalam kaitan itu, bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana komunikasi dan sebagai alat untuk memahami berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat Indonesia, baik aspek ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, maupun seni budaya Indonesia.

TUJUAN PENGAJARAN BIPA
Tujuan pengajaran BIPA adalah agar pembelajar mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis, yang meliputi empat keterampilan. Keempat keterampilan yang dimaksud adalah berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Keterampilan dan kemampuan tersebut diharapkan dapat dicapai selama empat semester sesuai dengan jenjang kursus yang ditempuh.

PENGAJAR
Pengajar BIPA di Balai Bahasa Jawa Barat adalah orang-orang yang telah berpengalaman mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Mereka adalah para penutur asli bahasa Indonesia yang berlatar belakang pendidikan bahasa dan telah memahami seluk-beluk bahasa. Mereka juga memahami aneka kesulitan yang dialami oleh para pembelajar dari berbagai negara yang berbeda-beda latar belakang sosial dan budayanya.

KELAS BIPA
Kegiatan BIPA di Balai Bahasa Jawa Barat diselenggarakan dalam kelas reguler dan kelas khusus. Kelas reguler dilaksanakan secara teratur setiap semester. Sementara itu, kelas khusus dilaksanakan selama dua minggu atau sesuai dengan kebutuhan pembelajar.Kelas khusus berupa kelas privat yang jumlahnya tidak dibatasi. Tempat dan waktu belajar bisa dilaksanakan sesuai dengan permintaan pembelajar.
Pengajaran BIPA pada kelas reguler dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu Tingkat Dasar/Pemula (BIPA I), Tingkat Madya (BIPA II), dan Tingkat Lanjut (BIPA III). Tiap tingkatan ditempuh selama satu semester dengan jumlah jam belajar 64 jam (per minggu 2 kali pertemuan 2 jam).
Selain belajar bahasa, Balai Bahasa Jawa Barat menawarkan program pengenalan budaya lewat program membatik. Program ini dilaksanakan pada pertengahan semester program pengajaran.

FASILITAS
Fasilitas yang tersedia dalam pengajaran BIPA di Balai Bahasa Jawa Barat, antara lain (1) ruang kelas, (2) buku, kaset, dan CD bahan ajar, (3) perpustakaan, (4) laboratorium bahasa.