Bimbingan Teknis Penulisan Surat Dinas

Surat dinas adalah surat yang berisikan keterangan berbagai hal yang diajukan oleh instasi tertentu kepada sebuah lembaga atau per orangan untuk keperluan dinas. Sebagai sarana komunikasi tertulis, sebaiknya surat dinas menggunakan bahasa yang jelas, padat, dan santun. Bahasa surat dikatakan jelas jika maksudnya mudah ditangkap, unsurnya lengkap, dan tanda baca yang digunakan  tepat.  Bahasa surat dikatakan padat jika langsung mengungkapkan pokok pikiran yang ingin disampaikan, tidak terlalu panjang, dan bertele-tele karena dapat menjemukan pembaca. Bahasa surat dikatakan santun jika pernyataan yang dikemukakan itu tidak menyinggung perasaan pembaca.

Namun demikian, kegiatan surat-menyurat hingga saat ini masih memperlihatkan kelemahan sehingga  informasi tidak mencapai sasaran atau sulit dipahami pembaca, bahkan dapat menyebabkan kesalahpahaman. Kelemahan surat tersebut berkaitan dengan penggunaaan bahasa. Kelemahan penggunaan bahasa berkaitan dengan  penerapan ejaan,  pilihan kata yang kurang cermat, pemakaian kata, ungkapan, dan istilah yang tidak baku, pemakaian kalimat yang kurang lengkap atau terpenggal-penggal, bentuk perincian yang tidak bernalar, dan pemakaian laras bahasa yang kurang tepat.

Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Bahasa Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penulisan Surat Dinas agar masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintah daerah dan administrasi perkantoran dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2016.